Kawasan Kumuh Jaraksari Akan Di Sulap Jadi Smart Village

WONOSOBOZONE – Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu kabupaten yang dinilai layak oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Republik Indonesia untuk mendapatkan pendampingan dalam upaya mewujudkan Smart City (kota cerdas) atau Smart Regency (Kabupaten cerdas) di Indonesia.

Terdapat 6 elemen utama yang harus dilakukan, yaitu Smart Governance (layanan publik, birokrasi, serta kebijakan), Smart Economy ( kemudahan transaksi, serta kemudahan ijin industri dan kesejahteraan masyarakat), Smart Branding ( tampilan atau wajah Kota, pariwisata serta implementasi di sektor bisnis atau usaha), Smart Society (terciptanya komunitas warga, ekosistem pembelajaran dan sistem keamanan menuju masyarakat yang produktif, komunikatif, dan interaktif), Smart Environment (mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan), dan Smart Living (lingkungan tempat tinggal yang layak tinggal, nyaman, dan efisien).

Lingkungan tempat tinggal yang layak, nyaman dan efisien untuk ditinggali menjadi salah satu prioritas pembangunan di Wonosobo, salah satu upaya yang dilakukan adalah rencana “Penataan Permukiman Kumuh” yang difasilitasi oleh “Program Kota Tanpa Kumuh” (Kotaku) di Kawasan Kelurahan Jaraksari.

Kawasan Jaraksari yang mencakup sebagian wilayah Kelurahan Jaraksasi dan Wonosobo Timur dengan luas 30,3 Ha merupakan salah satu kawasan permukiman kumuh yang tertuang dalam SK Bupati Bupati Wonosobo Nomor : 653/247/2014 tentang Penetapan Lokasi Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh Perkotaan di Kabupaten Wonosobo.

Lurah Jaraksari Akhmad Nuri Utomo mengungkapkan, Kawasan Jaraksari merupakan salah satu kawasan permukiman padat yang ada di Perkotaan Wonosobo dengan posisi yang cukup strategis, karena terletak di pinggir jalan Kyai Muntang yang merupakan salah satu jalur transportasi utama di Kabupaten Wonosobo.

Di kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan wisata budaya ini selain memiliki potensi atraksi budaya yang cukup kental juga memiliki keunikan lain berupa karakteristiknya yang masih asri dengan nuansa semi pedesaan. Di kawasan Jaraksari juga terdapat banyak pedagang Mie Ongklok yang merupakan makanan khas Wonosobo,” katanya.

BACA JUGA:  Babinsa diminta selamatkan kesuburan tanah

Sementara itu, Kasatker Pembangunan Infrastruktur Permukiman DPU PR Kabupaten Wonosobo Nurudin Adiyanto, S.T.,M.T. mengungkapkan, Permasalahan yang ada di Kawasan Jaraksari antara lain ketidak tersediaan sarana-prasarana persampahan yang sesuai dengan standar teknis, tidak adanya sarana-prasarana proteksi kebakaran. Banyaknya saluran drainase yang terdesak dan tertutup oleh bangunan, sistem pengolahan air limbah yang belum memadahi, kualitas jalan yang belum optimal serta letak bangunan yang kurang teratur juga menjadi permasalahan krusial yang harus segera ditangani.


Untuk menangani permukiman kumuh, kawasan Jaraksari akan dibagi dalam 3 segmen yaitu Segmen 1 Penataan Koridor Jalan Kyai Muntang, Segmen 2 pengembangan Wisata Budaya di Kampung Seruni dan segmen 3 Pengembangan kampung kuliner Jaraksari,” ungkap Adin.

Pembagian segmen tersebut, menurut Adin akan disesuaikan dengan karakteristik, potensi dan permasalahan yang ada serta konsep penanganan yang nantinya akan dilakukan.

Penataan koridor Jl Kyai Muntang dilakukan dengan pembangunan drainase tertutup yang dilengkapi dengan sumur resapan, serta pembangunan jalur pejalan kaki yang dilengkapi dengan street furniture berupa lampu jalan tenaga surya, halte/ pemberhentian bus, taman/ tanaman peneduh, papan penunjuk arah serta kelengkapan jalan yang lain,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk desain street furniture dan penataan tanaman peneduh akan dibuat dengan konsep yang unik disesuaikan dengan karakteristik, fungsi dan aktivitas yang ada di kawasan tersebut.

Pengembangan wisata budaya Kampung Seruni dilakukan dengan penataan permukiman di Kampung Seni Seruni sesuai dengan konsep kampung wisata budaya serta pembangunan Taman Seni Seruni. Penataan Kampung seni seruni dilakukan dengan perbaikan drainase dan jalan kampung yang nantinya akan digunakan sebagai jalan wisata, penyediaan lampu jalan, pembangunan sarana-prasarana persampahan, penyediaan sarana pengolahan air limbah, penyediaan hidran sebagai proteksi kebakaran serta penyediaan sarana wisata seperti gardu pandang, home stay, galeri seni dan lain sebagainya,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Atasi Kekumuhan, 5 Kelurahan di Wonosobo Terima Bantuan 7 Milyar

Untuk mempertahankan kualitas lingkungan, di lingkungan Seni Seruni juga akan dilakukan pengaturan terhadap kendaraan yang masuk khususnya kendaraan bermotor. Pembangunan Taman Seni Seruni berupa pembangunan ruang terbuka hijau di lahan milik Pemeritah kabupaten yang dilengkapi dengan Amphiteather/ panggung terbuka, play ground, home stay, ruang pameran serta walking/ joging track menuju titik-titik yang memiliki potensi wisata.

Desain Kampung Seni Seruni

Selain itu, Adin juga menjelaskan, untuk Pengembangan kampung kuliner Jaraksari dilakukan dengan mengakomodir pedagang mie ongklok dan makanan lainnya yang berada di Kampung Jaraksari untuk mendukung kegiatan wisata di Kampung Seni Seruni.

Untuk mewujudkan hal itu, akan dilakukan penataan jalan, drainase, sistem persampahan, pengolahan limbah dan sarana proteksi kebakaran. Selain itu juga dilakukan penataan lapangan olahraga yang sudah ada menjadi Taman kuliner (lapangan olahraga yang dilengkapi dengan taman dan sentra kuliner),” jelasnya.


Agar penataan kawasan Kumuh Jaraksari dapat berlangsung secara berkelanjutan, Adin juga menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat yang ada di sana akan diajak untuk berpartisipasi secara langsung. Penguatan kelembagaan bagi Komunitas Seni, Kelompok Olahraga, paguyuban pedagang dan unsur masyarakat lainya akan terus dilakukan melalui konsep pemberdayaan masyarakat.

Untuk mengelola Taman Seni Seruni dan Taman Kuliner Jaraksari akan dibentuk kelembagaan yang merepresentasikan semua unsur yang ada di Kawasan Jaraksari dan akan terus mendapatkan pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo,” pungkasnya. (Why)

Advetorial Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.