Kata Gus Dur ke Bupati Kholiq: Bikinlah Kuburan, Wonosobo Aman dari Preman

WONOSOBOZONE – Bupati Wonosobo Kholiq Arif menceritakan pengalamannya selama memimpin Wonosobo kepada para peserta Rakernas V Lakpesdam NU di Asrama Haji Kota Batam, Rabu (15/4). Ia mengaku sebagian besar cara yang diterapkan ia pelajari dari Gus Dur.
Dulunya Wonosobo dikenal sebagai daerah yang kurang aman. “Gus Dur menyanpaikan kepada saya, Kholiq kalau mau Wonosobo aman maka bikinlah kuburan-kuburan menjadi bagus, saya waktu itu tidak berfikir ini masuk akal atau tidak. Modalnya hanya percaya,” kata alumni IAIN Yogyakarta itu.
“Saya buat kuburan-kuburan orang sholeh di Wonosobo menjadi bagus-bagus. Dan ternyata setelah 2-3 tahun, preman yang di terminal, di pasar itu pindah, banyak di Kuburan. Mereka bilang ingat mati. Baru saya tahu jawabannya dari amanat Gus Dur. Boleh jadi ini tidak rasional awalanya tapi fakta empiriknya Wonosobo jadi aman. Kalau sudah empirik yah berarti rasional,” katanya disambut tawa para peserta Rakernas.
Semua yang dikerjakan Bupati Kholiq menggunakan cara-cara kultural yang ia sebut local genuine approache. Kholiq melakukan penggalaian-penggalian, kajian-kajian cara-cara lokal untuk mengelola pemerintahannya.
Misalnya untuk menangani masalah kenakalan anak-anak muda yang banyak menggunakan miras. Kholiq tidak menyelesaikan dengan proses hukum normatif. Setiap malam di atas jam 22.00 malam dibantu aparat ia berkeleiling untuk mengambil anak-anak muda yang menggunakan miras. 
“Kalau memberikan hukuman saya pesan jangan sampai dipukul, jangan ada darah. Tetapi direndam air saja, dimandikan sampai pagi lalu mereka diminta untuk berdiri sambil menghormat ke atas sampai pagi,” katanya.
“Hasilnya pemuda-pemuda itu menjadi sadar tanpa harus berhadapan dengan hukum,” katanya. Kholiq Arief menyapaikan untuk kesalahan-kesalahan kecil itu tidak harus menggunakan hukum positif, tapi diselesaikan dengan cara kultural.
Salah satu dari 7 kepala daerah berprestasi ini secara anjang lebar memaparkan asal nilai yang ia gunakan dalam mengelola Kabupaten Wonosbo dengan cara kultural. “Saya belajar dari Gus Dur,” katanya.
Kholieq Arif adalah Bupati Wonosobo yang dikenal mampu menjadikan Wonosobo Kabupaten yang aman, harmonis. Kholieq arief memberikan perlindungan kepada semua agama dan kepercayaan yang ada di Wonosobo.
Dalam paparannya ia juga menyampikan bahwa rasa aman, kebebasaan bagi pemeluk agama dan kepercayaan untuk beribadah dan mengekspresikan kepercayaan menjadi bagian penting bahkan nomor satu dari tujuan pemerintahannya.
Ketua PBNU Imam Aziz yang membidangi Lakpesdam dalam forum Rakernas itu merespon bahwa dalam Islam sesungguhnya mengedepankan cara-cara baik adalah diutamakan. Untuk orang jahat pun semestinya penanganan dilakukan dengan baik.
Imam menukil Gus Dur yang mengatakan bahwa rakyat itu tidak boleh kalah dan atau diperalat oleh negara, tetapi rakyat harus memperalat negara untuk menjadikan negara memanusiakan manusia. Pendekatan yang dilakukan oleh Kholiq Arif adalah cara kemanusiaan yang sesungguhnya, katanya. 
Wakil Ketua PP Lakpesdam Ahmad Baso, apa yang dipaktikkan oleh Bupati Wonosobo sudah memenuhi prinsip syariat Islam tampa harus melabeli daerahnya dengan label syariat. “Mas Kholiq ini sudah faqihun fi masalihil kholiq (ahli dalam mengurus kemaslahatan umat, red) dan sudah sesuai dengna khittah Lakpesdam,” katanya. (Ufi Ulfiyah/Anam)
Source: nu.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here