Karnaval Pembangunan Wonosobo 2017 Catat Rekor Sejarah


WONOSOBOZONE – Karnaval Pembangunan yang digelar oleh Pemkab Wonosobo kali ini memiliki sesuatu yang tak akan dilupakan oleh ribuan warga dengan memcatat rekor sepanjang sejarah yang pernah di Wonosobo. Pasalnya, acara tahunan tersebut mendapati peserta dengan menampilkan bendera merah putih sepanjang 150 meter dan lebar 2 meter dengan dibawa oleh 100 orang. Selain itu, agenda yang termasuk dalam rangkaian Hari Jadi Wonosobo yang ke-192 sekaligus peringatan HUT RI ke-72 tersebut melibatkan peserta mencapai 94 tim. Jumlah itu merupakan jumlah peserta terbanyak dari yang pernah ada. “Tahun sebelumnya hanya sekitar 50-an peserta, dan tahun ini jumlah peserta bisa mencapai 102, namun 8 peserta tak bisa hadir karena ada kendala. Padahal target kami tadinya hanya 60 peserta, ternyata melebihi target dari yang diperkirakan. Kami sangat bersyukur atas hal itu. Antusiasme warga sangat tinggi,” ungkap salah satu panitia, Sri Fatonah ketika diwawancara di sela karnaval, Sabtu (19/8).
Sementara ribuan warga masyarakat Wonosobo yang rela bersesakan demi menyaksikan gelaran karnaval pembangunan 2017, sepakat memberikan penilaian positif terhadap tema dan konten hasil kreasi para peserta. Mereka tak beranjak hingga peserta terakhir, alias  tim ke 94 menuntaskan karya, meski terik matahari di Kota Wonosobo cukup menyengat kulit. Sepanjang 2 kilometer rute yang ditempuh, mulai dari jalan A.Yani hingga setelah panggung kehormatan di depan Makodim 0707/Wonosobo pun tampak dipenuhi manusia, yang begitu antusias menyaksikan even bertema Gelar Informasi Daerah, yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke 192, dan HUT RI ke-72 tersebut.
Menyemutnya warga masyarakat di gelar Karnaval Pembangunan 2017 tak lepas dari bagaimana para pesertanya berupaya maksimal menampilkan kreatifitas mereka. Setelah diawali kendaraan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo, selaku penanggung jawab penyelenggaraan karnaval, penonton berturut-turut dibuat berdecak oleh barisan pasukan pengibar bendera (Paskibra) dengan langkah tegap mengawal sang merah putih, Lambang Garuda dan lambang Daerah. Setelahnya, marching band Pemkab Praja Utama dilanjutkan beraneka jenis kreasi, termasuk salah satunya adalah patung Garuda Wisnu Kencana beserta Raja dan Ratunya dari BPPKAD Kab. Wonosobo juga membuat masyarakat bersorak kagum.
Penampilan maupun beragam bentuk kreasi lainnya, seperti kesiapan 3 Rumah Sakit besar, yaitu RSUD Setjonegoro, RS PKU Muhamadiyah  dan RSI Wonosobo dalam mengupayakan layanan kesehatan bagi warga masyarakat, juga berhasil membangkitkan optimisme sejumlah penonton. “Pertunjukan teatrikal yang ditunjukkan rumah sakit Islam, PKU maupun RSUD Setjonegoro tadi contohnya, cukup edukatif dan mampu menjelaskan bahwa mereka siap memberikan layanan terbaik bagi kami warga masyarakat Wonosobo, sehingga tidak perlu keluar kota apabila membutuhkan layanan kesehatan,” ungkap Sekretaris Dinas Kominfo, Dwiyama SB ketika ditemui di sela karnaval.
Penilaian serupa juga disuarakan oleh Handayani, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo yang mengaku sangat terkesan dengan penampilan sejumlah sekolah dan organisasi perangkat daerah. “Kreatifitas para pelajar dalam mengajak masyarakat untuk lebih sadar terhadap pentingnya pendidikan, dan menghindari pernikahan dini layak diapresiasi, demikian pula beberapa OPD Pemkab yang dengan cerdas mengedukasi perihal program-program pembangunan daerah berhasil dikemas secara informatif,” ungkap Yani.

Sejumlah warga yang ditemui seusai karnaval sependapat, bahwa Pemkab perlu lebih banyak menyediakan media untuk menampilkan kreatifitas masyarakat, sehingga potensi-potensi daerah dapat dioptimalkan. Karnaval Pembangunan, menurut sebagian besar warga, juga sangat strategis sebagai daya tarik wisata untuk mengundang lebih banyak lagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. (Ard)

BACA JUGA:  Desa Diminta Dorong Warga Optimalkan Layanan Adminduk Keliling

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.