Karnaval Budaya Dan Pawai Pembangunan Kabupaten Wonosobo 2015

Buah carica raksasa dipertunjukkan oleh PDAM Tirta Aji
WONOSOBOZONE – Karnaval Budaya dan
Pawai Pembangunan yang digelar Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Selasa (18/8)
disambut antusias warga masyarakat. Diikuti oleh hampir seluruh Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) dan 15 Kecamatan, BUMD dan puluhan sekolah menengah atas
(SMA/SMK), pawai pembangunan yang dihelat untuk menyemarakkan HUT Proklamasi
Kemerdekaan RI ke-70 dan Hari Jadi  Wonosobo ke-190 tersebut menjadi
gambaran nyata bahwa Kabupaten di tengah Pulau Jawa ini memang memiliki potensi
berupa kekayaan alam luar biasa. Betapa tidak, dari 38 kelompok peserta, lebih
dari setengahnya mengusung tema unjuk keberhasilan wilayah berupa hasil bumi
seperti produk pertanian maupun perkebunan. Selain kekayaan dari hasil alam,
sebagian peserta lainnya menyajikan hasil kreasi nan memukau seperti kostum
unik maupun bentuk-bentuk kesenian khas wilayahnya masing-masing.
Komentar terkait
betapa kayanya alam dan potensi Kabupaten Wonosobo tersebut datang dari
sebagian besar penonton yang menyemut di sepanjang rute pawai, mulai dari Jalan
A Yani sampai Jalan Merdeka dan seputar alun-alun Kota. “Kita semua senang
melihat pameran yang ditampilkan para peserta karnaval, khususnya ketika
menyaksikan display berupa produk pertaninan dan perkebunan dari 15
Kecamatan”, ungkap Supriyadi (32), warga Kalianget yang mengajak anaknya
menunggu arak-arakan peserta karnaval di depan Makodim 0707 Wonosobo. Komentar
serupa juga diungkapkan Sulistiyarini (26), perempuan asal Kertek yang bersama
teman-temannya sengaja hadir menyaksikan dan sekaligus menjadi supporter bagi
peserta pawai dari Kecamatan Kertek. “Yang jelas bangga, karena dengan
adanya karnaval dan pawai pembangunan ini, hasil produk pertanian dari wilayah
kami bisa tampil dan disaksikan ribuan orang”, jelas pegawai salah satu
BUMD tersebut. Tak kalah, kalangan pelajar yang juga memadati tepian jalan di
sekitar panggung kehormatan pun mengaku sangat antusias menyaksikan deretan
peragaan dan atraksi seni oleh rekan-rekan mereka. “Bangga dan gembira karena
teman-teman kami berhasil menunjukkan kebolehan dalam hal kreasi kostum unik
dan tarian khas yang mengundang decak kagum para penonton”, seru beberapa siswa
dari salah satu SMA.
Bagi para peserta
pawai sendiri, ajang karnaval budaya tersebut, selain sebagai media unjuk
kebolehan lembaga dan instansi masing-masing, juga sekaligus sebagai media
promosi kepada masyarakat. “Kalau dari Kecamatan, kita berupaya untuk
memperkenalkan kekayaan alam dan potensi produk hasil bumi agar masyarakat,
baik yang memang asli dari Wonosobo, atau penonton dari luar daerah mengetahui,
bahwa Wonosobo memang sangat potensial sebagai tujuan investasi”, jelas
 Camat Garung, Santosa SSos. Sementara, bagi organisasi perangkat daerah
(OPD) di lingkup Pemkab, kesempatan untuk tampil di karnaval dimanfaatkan
sebagai ajang sosialisasi program-program pemerintah. “Kita sosialisasi
mengenai bahaya HIV/AIDS dan upaya menanggulangi penyebaran nyamuk Demam Berdarah,
agar masyarakat lebih waspada”, tutur dr Danang Sananto yang memimpin rombongan
Dinas Kesehatan. Hampir serupa, RSUD Setjonegoro Wonosobo yang mengusung tema
optimalisasi pelayanan kesehatan, juga menunjukkan kesiapan untuk mengupayakan
pengingkatan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.
Menanggapi
antusiasme masyarakat terhadap gelaran karnaval, Wakil Bupati Wonosobo, Dra Hj
Maya Rosida mengaku sangat bangga dan bersyukur. Maya yang didampingi suami
menyaksikan karnaval di panggung kehormatan bersama Bupati, Ketua DPRD, Sekda
dan jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD), mengakui, bahwa selain
mengandung unsur hiburan untuk masyarakat, karnaval budaya dan pawai
pembangunan, yang mengusung dua tema utama, yaitu damai dalam perbedaan dan Ayo
Kerja tersebut bisa dimanfaatkan sebagai wahana edukatif. “Para pelajar, dengan
potensi mereka sebagai generasi muda ternyata juga mampu menunjukkan bahwa
selain giat belajar, mereka juga kreatif dan inovatif”, ungkap Maya di
sela-sela menyaksikan pawai. Dengan beragam potensi yang disajikan dalam
karnaval, Maya juga berharap arus investasi akan lebih kuat lagi masuk ke
Wonosobo. “Pameran hasil bumi dan produk pertanian juga kita proyeksikan mampu
menarik investor untuk berusaha di Wonosobo, sehingga menjadi daya ungkit bagi
kesejahteraan masyarakat”, tutup Wabup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here