Kafilah MAPSI Wonosobo Bertolak Ke Blora

WONOSOBOZONE – 24 pelajar sekolah dasar dari 9 Kecamatan, yang tergabung dalam rombongan kafilah MAPSI Kabupaten Wonosobo, Kamis (10/11) bertolak menuju Kabupaten Blora. Selama 3 hari kedepan, para kafilah cilik itu akan berkompetisi dalam lomba mata pelajaran Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ketua kontingen MAPSI Kabupaten, Masduki ketika ditemui seusai berpamitan dengan Wakil Bupati, di komplek Pendapa Kabupaten, menjelaskan, keikutsertaan dalam lomba di tingkat Provinsi, menjadi salah satu upaya untuk mengukur sejauh mana keberhasilan pelaksanaan kurikulum mata pelajaran Agama Islam di sekolah dasar.
Selain itu, melalui partisipasi dalam lomba di tingkat Provinsi tersebut, pihaknya juga bermaksud menumbuhkan gairah belajar para siswa SD terhadap Al Qur’an. Hal itu menurut Masduki tercermin dari diikutinya 8 kategori lomba, meliputi kelas PAI/BTQ/Gebsata Putra dan Putri, Khat/Kaligrafi Putra-Putri, Teks/Khitobah Putra-Putri, dan Tilawah/Hifzil Putra-Putri. Empat kelas lainnya, ditambahkan Masduki adalah Teks Cerita Islami, Seni Rebana, Azan, serta Macapat Islami Putra-Putri.
Para kafilah, menurut Masduki tak dibebani target khusus pada lomba di Provinsi, namun secara tegas ia meminta semua peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka di Blora. “Sebagai perbandingan, pada lomba MAPSI tingkat Provinsi sebelumnya, kami berhasil membawa pulang 3 Medali Emas dan 2 Perak,” terang Masduki. Kelas yang menurutnya berpotensi besar meraih prestasi cukup baik adalah di kategori PAI dan BTQ, serta Khat dan Kaligrafi Al Qur’an. Diharapkannya, untuk tahun 2016 ini, kelas lain pun mampu meraih hasil lebih baik.
Keinginan yang sama diungkapkan Wakil Bupati, Agus Subagiyo dalam pesan-pesannya kepada para kafilah cilik. Wabup mengaku sangat bersyukur Wonosobo mampu mengirimkan kafilah di lomba MAPSI Jawa Tengah. Para kafilah, menurut Wabup merupakan anak-anak terbaik yang membanggakan. “Tampilkan kemampuan secara maksimal, jangan minder dan jangan dijadikan sebagai beban, agar lebih tenang saat perlombaan,” pinta Wabup. Apapun hasil yang diperoleh, sepanjang diraih dengan kerja keras, kejujuran dan semangat untuk belajar lebih baik, Wabup mengaku akan sangat apresiatif. Kepada para guru pembina dan pembimbing yang akan mendampingi kafilah selama di Blora, Agus juga berpesan agar mereka berperan selayak orangtua, dengan mengedepankan kasih sayang tulus, sehingga anak-anak didik merasakan kenyamanan sepanjang mengikuti perlombaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here