Kader PKK Kesulitan Cari Tombol Enter Saat Belajar Komputer

WONOSOBOZONE
Komputer
kini merupakan barang yang sudah tidak asing lagi dan merupakan barang yang
telah menjadi kebutuhan terutama untuk para pelajar dan pekerja kantoran dalam penyusunan
laporan.
Sehingga membuat setiap instansi saat
ini menuntut para pekerjanya untuk dapat mengoperasikan komputer.  Seperti yang dihadapi sebagian besar kader tim
penggerak program kesejahteraan keluarga (TP PKK) Kecamatan Kejajar. Dituntut
mampu mengoptimalkan potensi desa masing-masing, kemudian mengolahnya dalam
bentuk data yang siap disusun di lembaran kertas laporan untuk selanjutnya
disampaikan pada forum rapat kerja di Kecamatan maupun Kabupaten, para kader
dibuat pusing tujuh keliling.
Melihat hal tersebut membuat Ketua Tim
Penggerak PKK Kecamatan Kejajar, Asih Supriyadi merasa prihatin. Sehingga Pada
Selasa (14/4)  Asih berinisiatif mengundang
para instruktur muda dari Wonosobo untuk melatih para Kader dari 16 Desa
se-Kejajar itu agar dapat mengolah dengan bantuan aplikasi komputer dengan
terampikl. Pelatihan komputer tingkat dasar itu dilaksanakan di aula Kecamatan.
Asih mengaku kader yang mampu mengenal
dan mengoperasikan komputer tak lebih dari 50 %. Agar mereka tak lagi kesulitan
ketika dituntut untuk cepat menyajikan laporan terkait potensi dan kegiatan di
desa masing-masing maka selama seharian penuh 32 kader  dari 16 Desa itu dibimbing untuk mengenali
aplikasi perkantoran, seperti Word, Excel, dan Power Point.
 “Nantinya,
setelah cukup mahir dan terbiasa dengan komputer,  para kader akan dikenalkan dengan internet,
agar mereka juga bisa menikmati kemudahan mengakses informasi dari berbagai
belahan dunia”, ucap Asih
Camat Kejajar, Drs Supriyadi MM. Pun mendukung
penuh kegiatan tersebut bahkan mendorong agar kaum perempuan di Kejajar
menyadari bahwa kini teknologi informasi (TI) telah menjadi bagian dari
kebutuhan pokok sehari-hari.
Meski terpaksa membawa laptop milik
anaknya, mereka terlihat begitu bersemangat mengkuti arahan dan bimbingan dari
tiga instruktur yang hadir.
“Kesulitan ketika harus mencari tombol
Enter saat ganti baris atau paragraf”, keluh beberapa peserta

Namun keluhan tersebut ditanggapi dengan
penuh kesabaran ketiga instruktur yaitu Laily Nurul Qomariah, Sadam Husein dan
Hermawan. apr
sumber:www.wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here