Jumlah Kuota KSM Wonosobo Bertambah, PKH Tersentak Bahagia


Ilustrasi Web,
Foto ini diambil dari antaranews.com dalam pencarian google

WONOSOBOZONE – Jumlah kuota Keluarga Sangat Miskin (KSM) Kabupaten Wonosobo bertambah. Setelah di tahun 2015 berjumlah 24 ribu lebih KSM, kini di akhir tahun 2016, Kementrian sosial (Kemensos) menambah kouta sebanyak 19ribu KSM untuk Wonosobo. Hal tersebut membuat anggota Program Keluarga Harapan (PKH) bernafas lega. Karena menurut Koordinator PKH Kabupaten, Yosi Gita Pradana, antara data KSM dengan fakta di lapangan sedikit berbeda. “Di akhir tahun 2015, data yang kami terima dari Kemensos ternyata berdasarkan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011 dari Badan Pusat Statistik (BPS), dan ketika di realisasikan di tahun 2016, masih banyak masyarakat tergolong KSM yang belum terdaftar,” ujar Yosi ketika memberi sambutan dalam pertemuan rutin PKH, Selasa (25/10).

Penambahan kuota tersebut, dikatakan Yosi berdasarkan penemuan di lapangan oleh para anggota PKH, yakni keluarga yang memenuhi indikator KSM, namun belum terdata dalam PPLS. “Sasaran PKH kali ini berbeda dengan yang sebelumnya, di tahun sebelumnya, hanya ibu hamil, balita dan anak sekolah. Sedangkan sekarang ditambah untuk kaum Lanjut usia dan difabel,” terang Yosi kepada wonosobozone. Koordinator Kabupaten tersebut menambahkan, penambahan kuota sebanyak 19rb tersebut diberikan 2x, pada awal Oktober 2016 dan pertengahan Oktober 2016. “Di awal Oktober, kami diberi tambahan data KSM sebanyak 10rb, berselang 2 Minggu, data KSM ditambah sebanyak 9.032 KSM, dan besok tanggal 31 Oktober adalah batas akhir validasi, jadi jumlah 19rb tersebut bisa berkurang,” urainya.

Senada, Koordinator Kecamatan Sapuran, Uswamil Kodaryari tersentak bahagia ketika menerima tambahan kuota KSM tersebut. Wanita yang akrab disapa Uswah itu mengaku, pihaknya akan mengupayakan tindakan yang lebih intens untuk mengentaskan kemiskinan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) nya. “Setelah sekian lama kami mengusulkan tambahan data untuk KSM, akhirnya terealisasi, dan kami sangat bahagia ketika mendapat penambahan kuota tersebut,” ungkapnya. Namun Uswah menyayangkan atas ditemukannya beberapa data ganda atas penambahan kuota KSM yang diterima. “Ada beberapa keluarga yang terdata lebih dari 1x, misalnya Walmi, di tahun kemarin Walmi terdata, pada penambahan data awal Oktober lalu, nama Walmi tercantum, dan penambahan pertengahan Oktober juga tercantum lagi, padahal Walmi hanya bisa menerima bantuan 1x, kan Mubadzir?,” tegasnya. Dengan adanya hal ganjil tersebut, Uswah mengaku pihaknya akan lebih teliti dalam memvalidasi data agar tepat sasaran. (Ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here