Job Fair Siap Serap 8000 Tenaga Kerja

WONOSOBOZONE – Untuk ke 12 kalinya, bursa lowongan kerja (Job Fair) digelar di Kabupaten Wonosobo. Seperti tahun sebelumnya, untuk Job Fair kali ini, Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggandeng forum komunikasi bursa kerja khusus (FK BKK) sekolah menengah kejuruan (SMK), demi mengoptimalkan daya serap bagi para pencari kerja, khususnya bagi para lulusan anyar. Dalam laporan tertulis yang dibacakan di awal pembukaan job fair di Gedungn Korpri, Selasa (6/12), Kepala Kantor Nakertrans, Dra Siti Nuryanah MSi menyebut pihaknya menargetkan 1300 pencari kerja bisa terserap dalam 8000 formasi pekerjaan yang dibuka oleh 37 perusahaan, baik dalam daerah maupun luar daerah. “Selama satu hari ini, kami membuka kesempatan untuk para pencari kerja, agar mereka bisa bertemu langsung dengan pihak perusahaan, dan mendapat pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keterampilannya”, ungkap Nuryanah.
Upaya untuk terus meningkatkan daya serap di bursa kerja tersebut, menurut Nuryanah tak lepas dari fakta munculnya masalah peningkatan pengangguran, akibat dari pertumbuhan angkatan kerja (supply) yang tinggi dan seringkali tidak diimbangi oleh kesempatan kerja (demand need) yang mencukupi. Itu bisa terlihat dari atensi masyarakat pencari kerja untuk ambil bagian dalam Job Fair ini tidak menurun, itu menjadi indikasi tingginya permintaan lapangan kerja bagi masyarakat Wonosobo.
Kabupaten Wonosobo sebenarnya mempunyai potensi tenaga kerja (SDM) yang cukup besar. Dilihat dari data lulusan pendidikan menengah atas pada tahun 2013/2014 ada sebanyak 2.738 lulusan SMK dan 2222 lulusan SMA, serta pada tahun 2014/2016 SMK meluluskan 3304 siswa dan SMA 2054 siswa, menunjukkan tingginya potensi angkatan kerja. “Oleh karena itu diharapkan Wonosobo Job Fair 2016 ini bisa menjadi salah satu alternative solusi, menjadi jembatan penghubung antara pihak pencari kerja dengan perusahaan, serta dapat mempercepat penempatan tenaga kerja dari berbagai jenjang pendidikan”, imbuh Nuryanah.
Bupati Wonosobo, Eko Purnomo. SE, MM, saat membuka Job Fair juga menyampaikan bahwa pembangunan sektor ketenagakerjaan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya serta seluruhnya yang berkualitas, untuk mewujudkan masyarakat sejahtera, adil, dan makmur baik material maupun spiritual melalui peningkatan kualitas serta potensi tenaga kerja yang profesional serta produktif. Oleh karena itu,partisipasi aktif para pengusaha dan instansimaupun sektor terkait, bersama-sama dengan pemerintah secara proaktif serta menyeluruh akan mampu menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan yang kita hadapi, terutama dalam meningkatkankemampuan sumber daya manusia tenaga kerja kita menjadi semakin handal dan berkualitas, serta memiliki penguasaan pengetahuan yang tinggi, sehingga lebih siap menghadapi persaingan baik untuk lingkup regional maupun  global.
Menurut ketua penyelenggara, Riyanto, Job Fair 2016 terdiri dari perusahaan yang didominasi oleh perusahaan jasa keuangan. Disamping itu berbagai bidang usaha lain seperti Lembaga Pendidikan, Lembaga Pelatihan Kerja, Perusahaan Garment, Perusahaan Retail, Dealer Kendaraan Bermotor dan Industri Pengolahan. Dari 8000 lowongan yang tersedia, Lembaga Pelatihan Kerja menjadi yang paling banyak untuk menyerap calon tenaga kerja, seperti LPK Japinko yang membuka lowongan untuk magang di Korea sebanyak 6500 dan Jepang 250.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here