Jelang USBN-UNBK Siswa SMPN 2 wonosobo Gelar Outbound

WONOSOBOZONE – Menjelang tengah hari, hujan deras mengguyur lapangan SLB/B Don Bosco Wonosobo. Rumput hijau yang semula kering pun basah kuyup karena guyuran air hujan. Meski terus diguyur hujan, 256 siswa-siswi SMP Negeri 2 Wonosobo, tidak beranjak dari tengah lapangan. Mereka terus mengikuti perintah sang instrukstur.

Ya, Sabtu (16/3), siang ini, siswa- siswi kelas IX SMP Negeri yang mapan di Jl Bhayangkara No 10 Wonosobo itu, tengah menggelar outbound di lapangan sepak bola SLB/B Don Bosco, setempat.

Sebelum sesi terakhir outbond dimulai, hujan deras keburu mengguyur tapi anak-anak tetap bertahan di tengah lapangan. Kaos olah raga yang mereka kenakan pun basah terkena air hujan. Anak-anak tampak senang dan bergembira meski kaos melekat di tubuhnya, basah kuyup.

Agus Setyo Hartanto, instruktur dari Zafira Adventure Wonosobo, mengatakan di sesi terakhir outbound anak-anak diajak bermain tembok imajinasi. Dalam permainan ini semua peserta harus serius, tidak boleh bicara apalagi ketawa. Jika ada yang kedapatan ngobrol atau tertawa permainan harus diulang dari awal “Alat berkomunikasi yang diperbolehkan cuma menggunakan bahasa verbal atau isyarat.

Permainan tembok imajinasi merupakan olah tubuh yang membutuhkan perjuangan, keseriusan kekuatan tenaga dan kerjasama antar teman. Tidak bisa dilakukan sendiri apalagi sambil guyon”, katanya”, ucap Agus.

Dalam permainan ini, sebutnya, gawang lapangan sepak bola disetting laksana tembok. Bagian pinggir, tengah dan atas gawang dipasangi bambu yang diikat dengan tambang. Hanya setengah gawang yang digunakan untuk arena permainan tembok imajinasi ini. Dua anak diminta memanjat tembok buatan dan duduk di sisi kanan dan kiri setengah gawang.

Teman-teman yang lain sembari tetap hujan-hujanan berada di bawah, untuk selanjutkan harus bisa melompati tembok dari gawang setinggi dua meter itu. Namun karena tembok buatan tersebut tidak mungkin dilompati sendiri, maka anak-anak perlu dibantu diangkat oleh teman-temannya yang ada di bawah. Sementara dua teman yang berada di atas tembok berupaya membantu dengan cara memancing.

“Saat anak mau turun juga perlu ditangkap oleh teman-temannya. Jika dilakukan sambil guyon, tidak serius dan tidak hati-hati, akibatnya bisa fatal, karena peserta bisa jatuh ke tanah dan bisa celaka. Jadi perlu keseriusan dan kerjasama yang baik”, ucapnya.

BACA JUGA:  Survei Harian 24 Juni, Elektabilitas Ganjar-Yasin 64 Persen

Suasana kian sulit karena bambu dan besi gawang yang dijadikan sebagai tembok licin karena terkena air hujan. Demikian pula tanah di bawahnya tergenang air dan blekok. Saat anak-anak mau naik pun menambah kondisi kaki dan bambu atau besi yang mau dilompati makin licin. Semua anak yang ikut outbound wajib melompati rintangan tersebut, kecuali beberapa anak yang pernah punya riwayat patah tulang kaki atau patah tulang tangan, diperbolehkan hanya menonton di pinggiran lapangan. Karena jika dipaksakan ikut bisa berbahaya.

“Tidak semua peserta bisa melompati tembok dengan mudah. Bahkan ada anak yang beberapa kali sampai jatuh bangun untuk bisa melewati tempok tersebut. Bagi yang berhasil dengan susah payah, karena saking harunya, bisa mematahkan rintangan berat itu, tak jarang menangis sesenggukan sampai di bawah”, kisahnya.

Karena hujan dan tanah penuh lumpur, hampir semua anak yang mengikuti permainan tembok imajinasi, baju olah raga yang dikenakan, basah dan kotor karena penuh lumpur. Tak sedikit yang sukses melampaui rintangan langsung dipeluk teman-temannya dan duduk merebah di atas rumput lapangan karena kelelahan.

Kuatkan Mental Agus mengatakan permainan tembok imajinasi dimaksudkan bagi seseorang yang ingin mencapai tangga kesuksesan butuh perjuangan yang kuat, kerja keras sekaligus kerjasama dengan berbagai pihak. Tidak bisa dilakukan sendiri atau tanpa persiapan dan perjuangan sama sekali.

Terkait dengan ujian yang akan dilakukan oleh siswa-siswi SMP Negeri 2 Wonosobo, pada bulan April mendatang, dibutuhkan perjuangan dengan rajin belajar, belajar kelompok dan mempersiapkan mental sejak dini. Sebab, tanpa belajar yang keras, belajar bersama dan mental yang kuat, mustahil ujian itu akan dapat dilalui dengan mudah.

“Jadi sebelum anak-anak bertarung dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), perlu ditempa dengan persiapan mental melalui outbound agar mereka siap mental dan tanpa beban ketika menghadapi ujian”, tutur dia.

Sebelum dilakukan permainan tembok imajinasi, terlebih dahulu anak-anak diajak bermain ice breaking dan senam fisik ringan untuk melepaskan otot guna persiapan outbond yang sesungguhnya.

Dalam pra-outbound ini anak-anak diminta bernyanyi sembari bertepuk tangan dan melompat-lompat. Usai ice breaking, peserta diajak duduk bersilah lalu bermain memindah tepung dengan tangan secara estafet dari barisan depan ke belakang dengan cari memunggungi teman yang ada di belakangnya. Permainan ini untuk menguji kekompakan, kecepatan dan ketepatan dalam memindah tepung antar teman yang ada di belakanganya.

BACA JUGA:  Dispaperkan Wonosobo Sosialisasikan Cara Penyembelihan Hewan Kurban

“Dalam mempersiapkan maupun melakukan ujian, juga dibutuhkan kekompakan, kecepatan dan ketepatan dalam belajar dan mengerjakan soal-soal USBN dan UNBK. Jadi anak-anak perlu dilatih kompak, cepat dan tepat melalui permainan dalam kegiatan outbound ini”, ujar Agus di sela-sela memandu outbound.

Ada satu lagi permainan yang dilakukan anak-anak. Yakni bermain paku ajaib, di mana satu paku besar ditancapkan di atas tanah lalu 10 paku kecil diminta ditaruh di atasnya. Dari semua anak yang memainkan game ini, tidak ada yang berhasil, paling cuma bisa meletakan maksimal 3 paku kecil di atas paku besar. Selebihnya semua paku kecil jatuh.

“Biar paku bisa ditaruh semua, paku besar harus ditancapkan hingga rata tanah, baru 10 paku kecil semua dapat diletakkan di atasnya. Permainan ini ingin menunjukan bahwa dalam menghadapi ujian perlu banyak akal agar bisa menaklukan semua soal ujian yang dikerjakan”, tandas Agus.

Kepala SMP Negeri 2 Wonosobo Ellna Amperawati, S Pd MPd melalui guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) setempat, Teguh Bihun S Pd M Pd, mengatakan kegiatan outbound dengan tema “Having Fun To Be Smart” ini dalam rangka merifrees anak-anak agar punya pesiapan mental yang kuat dalam menghadapi USBN dan UNBK nanti.

“Anak-anak juga disegarkan pikiranya dan digembirakan hatinnya, karena selama ini anak-anak sudah didril terus dengan aneka tambahan meteri pelajatan yang mau diujikan dan beberapa kali melakukan try out. Agar pikiran segar kembali dan hati merasa gembira tanpa beban anak-anak diajak outbound”, katanya.

Dikatakan Teguh Bihun, jika tidak ada aral melintang, pelaksanaan USBN untuk tingat SMP/MTs akan digelar pada 8-15 April dan UNBK 22-25 April 2019. Semua siswa kelas IX SMP Negeri 2 Wonosobo, insya Alloh, sudah siap untuk mengikuti kegiatan ujian akhir tersebut dan akan menentukan kelulusan siswa. Muharno Zarka

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.