Jelang Peringatan Kesaktian Pancasila, Pelajar Diingatkan Kembali Tragedi 30 September

WONOSOBOZONE – Gerakan 30 September atau peristiwa memilukan yang menimpa Bangsa Indonesia 50 tahun lalu yaitu gugurnya 7 Jenderal karena pemberontakan masih begitu membekas di benak masyarakat.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Didiek Wibawanto, mengatakan selayaknya hal tersebut jangan dilupakan oleh generasi penerus Bangsa, betapa Bangsa ini pernah mengalami beragam cobaan, ancaman, hambatan dan gangguan yang bermaksud merongrong dan melemahkan persatuan dan kesatuan.
“Gerakan 30 September yang menjadi tonggak munculnya pahlawan Revolusi dan menjadi bukti bahwa Pancasila tetap lebih kuat, hanya salah satu contoh nyata dari berbagai bentuk ATHG (Ancaman Tantangan Hambatan dan Gangguan)”, tegas Didiek kepada puluhan pelajar yang tengah mengikuti pelatihan kader bela Negara (PKBN) di aula Kantor Kesbangpol, Selasa (22/9).
Pelajar, dikatakan Didiek perlu mencatat ATHG tersebut tidak hanya datang dari luar negeri saja, melainkan juga bisa muncul dari dalam Negeri dalam beragam bentuk.
“Para pelajar yang nanti dilatih untuk bias menjadi kader bela Negara wajib memahami pula, bahwa globalisasi dan terorisme sebagai ancaman terbesar Bangsa saat ini”, jelas Didiek lebih lanjut.
Demi menghadapi dan menanggulangi berbagai bentuk ancaman itulah, Didiek mengimbau para peserta PKBN untuk memperkuat jati diri dan kepribadian Bangsa. usa
editor : bagus
source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here