Jaraksari Kampung Terpadat di Wonosobo Harus Hilangkan Stigma Kumuh

WONOSOBOZONE – Untuk menghilangkan stigma kumuh yang selama ini melekat di wilayah Jaraksari, Pokja III Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo bersama warga Jaraksari melakukan penanaman pohon ayoman serta bersih-bersih lingkungan, Jumat, 27 Mei.
Menurut Lurah Jaraksari, Nuri Utomo, penanaman ratusan pohon ayoman yang dibarengkan dengan penggiatan kembali penanaman Kebun Rumah Lestari (KRL), selain menjadi program Pokja III TP PKK di bidang pelestarian lingkungan hidup, juga untuk merubah wajah salah satu kelurahan dengan jumlah penduduk terpadat di Wonosobo. Dengan jumlah penduduk hampir mencapai 12.000 jiwa, kelurahan Jarakari masuk dalam lima kelurahan kumuh di Kecamatan Wonosobo, bersama kelurahan Sambek, Mllipak, Wonosobo Timur dan Wonosobo Barat, sesuai SK Bupati nomor 653/247/2014.
Besarnya jumlah warga, tidak diimbangi dengan luasan lahan, sehingga banyak dijumpai di wilayah yang memiliki 98 RT dan 12 RW ini, gang-gang sempit yang diisi rumah-rumah warga yang saling berhimpitan, serta sanitasi lingkungan yang kurang sehat.
Terkait hal ini, pihaknya terus berupaya, dengan menggandeng berbagai pihak, supaya bisa merubah lingkungan Jaraksari menjadi lebih sehat. Meskipun beberapa program perbaikan lingkungan sudah dilaksanakan, seperti pembuatan septic tank komunal melalui program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat, namun karena banyaknya jumlah warga dan luasan wilayah, lingkungan Jaraksari belum bisa sepenuhnya bebas dari kesan kumuh.
Untuk itu, berbarengan dengan momentum Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) sekaligus menjelang bulan Romadhon, upaya merubah lingkungan Jaraksari, salah satunya dilakukan dengan bersama-sama melaksanakan kerja bhakti antara pengurus TP PKK Kabupaten bersama PKK Kecamatan dan Kelurahan, kelompok RW serta segenap masyarakat Jaraksari.
Kegiatan penanaman ratusan pohon ayoman, berupa bunga pucuk merah dan tanaman buah yang berasal dari bantuan Pokja III TP PKK Kabupaten dan Pemerintah Kelurahan Jaraksari, serta bersih-bersih lingkungan, menurut Nuri, juga merupakan bagian dari pelaksanakan Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman (P2KKP), dengan harapan, melalui kegiatan nyata seperti ini, bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan dan bagaimana menjadikan kebersihan menjadi budaya, dan yang tidak kalah pentingnya, masyarakat juga diajak untuk lebih mencintai lingkungan dengan menanam pohon serta memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami dengan sayur maupun tanaman obat-obatan menggunakan polybag.
Sejalan hal ini, Ketua TP PKK Kecamatan Wonosobo, Ny.Dewi Zulfa Aksan Alim Kurniawan meminta, agar masyarakat Jaraksari lebih kreatif dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang rata-rata sempit, bahkan banyak rumah yang tidak memiliki pekarangan, dengan menggunakan sistem Kebun Rumah Lestari, yakni penanaman tanaman sayur dan obat di pekarangan terbatas memakai pot, kaleng bekas, atau pipa pralon sebagai wadah serta polybag. Termasuk dengan meminta RW aktif mengajak masyarakat untuk membersihkan sampah yang dibuang sembarang ke sungai, sekaligus mengajak masyarakat agar lebih peduli lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here