Jambore Ke-7, PIK-R Dan Saka Kencana Berkomitmen Kuat Cegah Kenakalan Remaja

WONOSOBOZONE – Berbagai macam tantangan dan hambatan dihadapi bangsa indonesia pada era modernisasi dan globalisasi ini, termasuk pola pikir dan moralitas remaja. Fase remaja merupakan fase perpindahan dari anak-anak ke dewasa. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagyo ketika
membuka kegiatan Jambore ke-7 Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) dan kemah bhakti pramuka Satuan Karya Keluarga Berencana (Saka Kencana) di komplek Telaga Menjer Wonosobo, Sabtu kemarin. Menurut Wabup, remaja sering kali dikenal dengan fase mencari jati diri. “Masa remaja sudah mulai mampu berfikir abstrak dan memecahkan masalah yang bersifat hipotesis, Emosinya sedang menggelora, sehingga memiliki semangat yang membara,” ujarnya.

Ketika diwawancara, Wabup menambahkan, kondisi remaja dengan derasnya arus informasi dan komunikasi, seringkali membuat mereka menghadapi berbagai permasalahan dalam mencari jati dirinya, sehingga muncul berbagai permasalahn. “Diantaranya meningkat perilaku merokok pada usia dini, makin tingginya konsumsi narkotika dan zat adiktif, maraknya tindak kriminalitas yang melibatkan remaja, serta perilaku seks bebas,” tambah Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan itu.

Untuk menanggulangi hal tersebut, Wabup menyebut upaya-upaya kongkrit harus dilakukan. “Yaitu dengan pemberian pengetahuan (informasi) seputar remaja secara lengkap dan benar, serta pemberian sebuah ketrampilan hidup (Life Skill) pada remaja sebagai bekal pada kehidupan mendatang,” urainya.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan KKB PP dan PA Kabupaten Wonosobo, Junaidi mengaku pihaknya akan mengupayakan dengan memberikan sosialisasi secara rutin kepada remaja. “Penundaan usia perkawinan, menikah pada saat yang tepat adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari persoalan
reproduksi remaja, yaitu menikah minimal pada usia 20 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki, dimana kematangan baik secara fisik, mental, maupun ekonomi untuk berkeluarga,” himbaunya. Junaidi berharap, melalui kegiatan jambore yang digelar selama 2 hari tersebut dapat dijadikan momentum strategis untuk menyatukan langkah dan ritme para remaja di Wonosobo.

Sementara, Ketua Forum PIK-R menyebut Jambore tersebut bertujuan untuk membina setiap remaja yang tergabung dalam PIK-R dan Saka Kencana untuk dapat membantu teman remaja sebayanya agar memiliki pengetahuan, kesadaran, sikap dan perilaku kehidupan remaja yang sehat dan bertanggung jawab, serta dapat merencanankan kehidupannya dengan baik. “Sedikitnya 150 perseta ikut terlibat dalam kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas SDM, menambah pengalaman, keterampilan dan wawasan,” tandasnya.

Kontributor : PIK-R Kantor BKKB-PPPA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here