Jalur Alternatif Sembungan – Garung Akan dibuka Tahun 2017

WONOSOBOZONE – Dalam beberapa kesempatan, Penjabat Bupati Wonosobo, Satriyo Hidayat mengatakan perlunya dibuat jalan alternatif menuju ke Dieng.
Jalan ke kawasan objek wisata di Dataran Tinggi Dieng, menurut Satriyo sudah over Capacity (kelebihan beban), terutama ketika akhir pekan atau masa-masa liburan sekolah.
“Kemacetan parah yang terjadi di jalur utama Wonosobo-Dieng seharusnya bisa dicari solusi melalui pembuatan jalan alternatif, sehingga antara arus kendaraan yang menuju ke arah Dieng dengan yang menuju Wonosobo tidak sama, alias dibuat satu arah,” kata Satriyo ketika berbicara di depan warga Sembungan seusai acara penanaman 1000 pohon di lereng bukit Sikunir, Jumat (18/12).
Perkataan Satriyo tersebut sekaligus menjawab harapan Lukman, salah satu warga Desa Sembungan yang meminta Pemkab Wonosobo membuka jalan dari Sembungan ke Garung melalui Sirangkel. “Jalan dari Sembungan ke Garung via Sirangkel sudah ada, tinggal membutuhkan pelebaran dan pengerasan agar layak dilalui kendaraan baik roda 2 maupun roda 4,” jelas Lukman. Dengan dibukanya jalan yang menurutnya memiliki panorama luar biasa di kanan dan kirinya itu, warga Sembungan maupun pengunjung dari Dieng bisa menuju kea rah Wonosobo lebih cepat. “Biasanya dari Sembungan menuju Garung melalui Kejajar membutuhkan waktu paling tidak 40 menit, bahkan terkadang bisa sampai 1 Jam,” lanjut Lukman. Waktu tersebut, menurut Lukman bisa dipangkas hingga 30 menit, karena jika jalur Sirangkel sudah diperbaiki, cukup 18 menit dari Sembungan sudah bisa sampai Garung.
Menanggapi harapan warga Sembugan tersebut, Satriyo mengakui bahwa pembukaan jalur alternatif akan digarap secepatnya. “Kemungkinan pada 2016 sudah akan dimulai tahapan pengerasan dan pembebasan lahan, sehingga pekerjaannya kita harapkan bisa dimulai pada 2017,” terang Satriyo. Mengingat demikian pentingnya fungsi jalur Sembungan-Garung tersebut, Satriyo meminta agar warga yang lahannya bakal terkena pelebaran jalan bisa kooperatif.
“Jangan menjual di atas harga wajar, bahkan apabila memungkinkan, pemilik lahan bisa mewakafkan tanahnya untuk kepentingan yang lebih besar,” harap Satriyo. Selain akan mendukung sektor pariwisata di kawasan Dieng, keberadaan jalur alternative Sembungan-Garung via Sirangkel, dikatakan Pj Bupati juga akan mendorong mobilitas perekonomian warga, sehingga berimbas positif pada peningkatan kesejahteraan mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here