Jajaran Kodim 0707 Deklarasi Tolak HOAX

WONOSOBOZONE – Berita palsu, atau sekarang tengah populer dengan istilah hoax dinilai sudah masuk ke taraf sangat meresahkan, dan bahkan berpotensi memecah belah bangsa. Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol CZI Dwi Hariyono menegaskan, jajarannya menolak hoax, dan berharap seluruh personel beserta keluarga masing-masing tak ikut-ikutan menyebarkan berita-berita yang tak jelas asal-usul dan akurasi kebenarannya. Demi membuktikan hal tersebut, Dandim beserta segenap personel Kodim 0707/Wonosobo mendeklarasikan pernyataan menolak hoax, Kamis (5/1). Deklarasi dibaca Letkol Dwi berbarengan dengan apel pagi rutin di halaman Makodim, dan diikuti serentak seluruh peserta apel.
Tiga butir pernyataan menolak hoax, menyelamatkan Bangsa, yang dideklarasikan pada kesempatan tersebut berisi pernyataan sikap keluarga besar Kodim 0707 untuk senantiasa berpegang teguh pada Sapta Marga, Sampah Prajurit,  8 Wajib TNI dan Panca Prasetya Korpri dengan menjalankan segala kewajiban secara profesional. Kedua, cerdas bermedia sosial dengan menolak hoax demi menyelamatkan Bangsa. Ketiga, atau terakhir, selalu menjaga soliditas dan sinergitas dengan seluruh elemen bangsa, dalam menjaga keutuhan NKRI dan tujuan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Ditemui seusai deklarasi, Letkol Dwi menjelaskan bahwa upaya menangkal hoax juga menjadi salah satu bagian penting dalam perang modern. Bagi jajaran TNI, Dwi secara tegas menyebut  berita yang jelas sudah ada alurnya, yaitu harus memiliki sumber terpercaya, dan berisi informasi yang akurat. “Di dalam istilah kemiliteran, itu disebut dengan A 1, yaitu jelas sumber nya, bisa dipercaya, dan akurat isinya,” terang Dwi. Kepada seluruh anggota, beserta keluarga masing-masing, Dwi meminta agar mereka kembali pada pelajaran dasar kemiliteran, dimana neraca informasi selalu dipergunakan untuk menakar akurasi sebuah berita. Apabila dari sisi sumber saja sudah tidak jelas, Dandim menegaskan berita tersebut sudah bisa dipastikan palsu, alias Hoax.
Dengan semakin maraknya situs-situs sosial media, Dwi mengakui peredaran hoax kini sangat sulit dibendung. Karena itulah, pihaknya berharap agar jajaran TNI juga lebih cerdas dalam memanfaatkan media sosial. “Jadi langkah cerdas menggunakan media sosial, diantaranya adalah tidak menyebar ulang informasi yang tak jelas sumbernya, kemudian melaporkan apabila ada informasi yang mengarah pada ujaran kebencian maupun hasutan negatif, sampai pada pentingnya anggota untuk mengedepankan keimanan dan semangat kebangsaan dalam menyikapi sebuah informasi,” tandasnya.
Ia berharap, dengan adanya deklarasi menolak hoax tersebut, warga masyarakat Wonosobo juga akan tertular virus yang sama, agar ke depan tak lagi percaya berita-berita palsu, sehingga keutuhan Negara akan terus terjaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here