Jagong Budaya Jadi Wahana Ekspresi Seni Budaya Daerah

WONOSOBOZONE – Jagong Budaya bisa menjadi wahana ekspresi seni budaya daerah yang dikemas dengan pameran ekonomi kreatif masyarakat. Hal ini diungkapkan Ketua Pengadilan Negeri Wonosobo, Dewi Iswani, saat memimpin tim VII Jagong Budaya di Desa Gemblengan Kecamatan Garung, Selasa, 26 Juli.
Menurutnya, Jagong Budaya, yang baru kali ini digelar serentak di 15 kecamatan dan dalam rangka memperingati Hari Jadi Wonosobo ke 191, merupakan acara yang atraktif dengan nilai budaya yang tinggi , yang mana menjadi sebuah nilai dan gagasan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Wonosobo, dan harus didukung bersama, sehingga acara ini mampu mengetengahkan aktualisasi seni dan budaya secara menyeluruh.
Keberadaan dan konsistensi nilai seni dan budaya daerah di Kabupaten Wonosobo sendiri dimaksudkan untuk mengangkat harkat, martabat, citra dan jati diri, yang secara keseluruhan harus dicerminkan melalui langkah dan perilaku luhur masyarakat pendukungnya. Sebab harus disadari semua pihak, penghargaan dan apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan daerah, merupakan pusaka budaya yang patut dikedepankan, untuk mengetengahkan gerakan sadar budaya, sehingga mampu menjadi jembatan kebanggaan terhadap budaya daerah itu sendiri yang memiliki daya kompetitif tinggi, dalam mengikuti persaingan di era globalisasi sekarang ini.
Ia menambahkan, sebagai daerah yang mencita-citakan dirinya menjadi daerah tujuan wisata yang handal, maka sudah barang tentu berbagai kepentingan pelaku pembangunan harus dapat dipadukan, termasuk juga masyarakat seni, sehingga mampu memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak. Peristiwa ini menjadi penting manakala segenap lapisan masyarakat, yang dimotori oleh tiga domain pelaku pembangunan, yakni kalangan birokrasi pemerintah, pengusaha dan lembaga sumberdaya masyarakat, mendukung kegiatan ini.
Terkait ini ia berharap, kegiatan Jagong Budaya, yang baru kali ini dilaksanakan, bisa mengkolaborasikan berbagai potensi daerah yang dimiliki, sehingga ada multiplyer effect, yang pada akhirnya akan lebih menggerakkan roda perekonomian masyarakat dan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Satu hal yang terpenting dalam gelar Jagong Budaya kali ini, menurutnya adalah bukan sekedar hura-hura semata, namun lebih sebagai upaya mewujudkan pembinaan pengembangan seni dan budaya daerah dalam mendukung sektor pariwisata.
Sementara menurut Sekretaris Panitia Peringatan Hari Jadi ke 191 Wonosobo, Tri Antoro, agak berbeda dari peringatan Hari Jadi tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Jadi tahun ini mencoba membidik aktivitas masyarakat di wilayah, yang digelar dalam bentuk kegiatan Jagong Budaya, yang didalamnya digelar seni dan expo ekonomi kreatif di 15 kecamatan dalam satu hari secara serentak. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi wilayah yang bisa menjadi peluang investasi dan pengentasan kemiskinan. Ia berharap kegiatan ini kedepan bisa dikelola secara maksimal dengan melibatkan seluruh masyarakat serta seniman dan budayawan yang ada di Kabupaten Wonosobo, sehingga hasilnya diharapkan akan berdampak positip bagi kemajuan Kabupaten Wonosobo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here