Istri Habibie dan Gus Dur Dijadikan Nama Bunga

WONOSOBOZONE – Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif menamai dua varietas bunga Krisan baru dengan nama mantan Ibu Negara RI, Ainun Habibie dan Sinta Nuriyah Wahid. “Bunga Krisan  jenis Getbera Jamesonii berwarna kuning ini mengingatkan saya pada mendiang Ibu Ainun Habibie, sehingga saya namai Ainun,” kata Bupati sebelum membuka acara Gelar Teknologi tanaman hias di halaman Pendopo Kabupaten, Selasa (20/10).
Satu bunga lain, yaitu varietas Dendrathama Grandiflora Tzevelev, berwarna putih, dinamai Bupati, dengan istri Presiden ke-4 RI, Sinta Nuriyah. Menurut Kholiq, penamaan kedua bunga krisan varitas baru tersebut bisa menjadi bagian dari menghargai jasa-jasa mereka sebagai pendamping Presiden RI. “Ibu Negara senantiasa identik dengan kecintaan terhadap bunga-bungaan, sehingga saya juga memutuskan untuk menamai taman anggrek terbaru di kawasan pendopo dengan Ibu Tien Suharto,” urai Bupati.
Selain memberikan nama untuk kedua varietas Krisan asal Kuripan Garung, kesempatan membuka Geltek tanaman hias Tahun 2015 tersebut juga digunakan Bupati untuk mengingatkan agar para petani, baik tanaman hias maupun produk pangan, untuk terus memutahirkan pengetahuan. “Di Gelar Teknologi ini terbuka kesempatan untuk saling bertukar informasi dan pengetahuan mengenai teknologi terkini di bidang pertanian,” jelas Kholiq. Dengan adanya berbagai kemudahan untuk saling membagi informasi tersebut, Bupati berharap agar para petani bisa memanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas diri. “Peningkatan ilmu dan pengetahuan di bidang pertanian tak bisa dihindari agar kita bisa bersaing di pasar Internasional,” lanjut Kholiq.
Harapan Kholiq itu selaras dengan Rudi Soehendi, pejabat dari Badan Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Kementerian Pertanian RI. Menurut Rudi, Wonosobo dengan iklim dan cuaca yang sangat mendukung tumbuhnya tanaman hias maupun produk pertanian lain, harus mampu menjadi sentra dan rujukan bagi daerah lain. “Krisan sebagai produk tanaman hias bernilai ekonomi tinggi bisa berkembang baik, dan kita optimis bisa menembus pasar global,” ungkap Rudi. Dengan Geltek 2015 pula, Rudi meyakini akan ada efek positif bagi para petani, yaitu berupa transfer ilmu dan transfer teknologi tepat guna. “Dalam rangkaian Geltek 2015 ini kami juga akan memberikan pelatihan bagi petani krisan di Kuripan Garung, agar ke depan semakin maju dan mampu menghasilkan varietas-varietas baru berkualitas tinggi,” pungkas Rudi.
Geltek 2015, seperti dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Abdul Munir terselenggara atas kerjasama pihaknya dengan Balai Penelitian Tanaman Hias dan Hortikultura Kementerian Pertanian RI. “Kita gelar selama 4 hari, dan di sela gelaran, akan diisi pula dengan acara panen Krisan di Desa Kuripan Garung,” pungkas Munir.
source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here