Iponk Alphablopho: Mengubah Keterbatasan menjadi Kekuatan

WONOSOBOZONE – “Ciptakanlah sejarah dalam hidup ini sebagai orang yang dikenal akan manfaat dan bergunanya diri kita. Andai tak mampu untuk negeri ini, berikan untuk kota kelahiranmu. Andai tak mampu untuk kotamu, berikan untuk desamu. Andai tak mampu untuk desa tempat tinggalmu, berikan untuk tetanggamu. Andai tak mampu untuk tetangga dekatmu, berikan untuk keluarga dan sahabat-sahabatmu. Dan andai tetap tak mampu, berikan untuk dirimu sendiri, meskipun hanya sebatas rasa syukur dan cinta akan ragamu, jiwamu dan nafasmu.”

Demikian cuplikan pesan Mas Iponk, sapaan akrabnya, untuk anak-anak muda Wonosobo. Saat ini ia sedang sibuk dalam pembuatan video musik, setelah sebelumnya menyelesaikan rekaman album perdana Alphablopho bertajuk “Bersama Damai dan Cinta”. Album ini terdiri dari dua belas lagu, empat di antaranya mengangkat potensi lokal Wonosobo. Terkait kegiatannya ini, baginya, musik adalah panggilan hidup, pelajaran, pengalaman, media komunikasi, dan silaturahmi. Lebih dari itu musik merupakan bagian dari penciptaan kepribadian yang ia secara pribadi tidak bisa menilainya.

Inponk Alphablopho
Awal Mula
Syaifur Rohman, nama asli Mas Iponk, yang kini berusia 31 tahun, terlahir sebagai bungsu dari tujuh bersaudara. Masa kecil hingga remaja ia habiskan di Kaliwiro, tempat ia menuntut ilmu sampai lulus SMA dan melanjutkan kuliah di Universitas Teknologi Yogyakarta, hingga menggondol gelar Sarjana Komputer dari jurusan Teknik Informatika. Namun jangan salah, sejak kecil prestasi yang Mas Iponk torehkan justru berbau seni. Jika dirinci, prestasi yang ia raih antara lain puitisasi Al-Qur’an, membaca puisi, kaligrafi, menyanyi, hingga kompetisi cipta lagu, dari tahun 1997 hingga 2014. Tiga prestasi terakhirnya, Best Vocal LA PIT STOP tahun 2004, Best Vocal Pesta Rakyat BRI tahun 2009, dan juara ketiga Cipta Lagu Jingle ARB Tingkat Nasional tahun 2014.
Kegiatan bermusik makin ia dalami ketika tahun 2001 bergabung dengan sebuah grup band bernama Full Proceeds yang beraliran pop alternatif yang dibentuk bersama teman-teman satu daerah. Setelah itu ia bergabung dengan beberapa grup band dengan bermacam jenis musik, antara lain, Zeva Porator (rock alternative) tahun 2005-2007, Sugeng Rawuh (reggae) tahun 2005, Hawa (alternatif) tahun 2006, Gotong Mayith (black metal underground) tahun 2006-2008, SBP Gelo’ (band parodi) tahun 2008, dan yang terakhir, sejak tahun 2008 hingga sekarang masih berjalan yaitu AlphaBlopho, grup band dengan aliran musik reggae.
Tidak berhenti di situ, kegiatan musiknya tidak hanya bergabung dengan grup band, ia juga mendedikasikan dirinya dalam organisasi. Banyak organisasi yang telah ia ikuti, terutama yang berkaitan dengan musik, baik di Kaliwiro, tempat tinggalnya, maupun ketika kuliah hingga sekarang. Kini ia aktif di Radio Komunitas Suara Bina Pemuda dalam Divisi Program Acara, Komunitas Wonosobo Reggae Bersatu, dan Ikatan Penyandang Cacat Tubuh Wonosobo. Meskipun pada awalnya orang tua menolak ia berkecimpung di dunia seni, tetapi setelah ia jelaskan, dan ada beberapa prestasi yang ia tunjukan, pada akhirnya orang tua, kakak dan keluarganya sangat mendukung dan banyak memberikan support.
Difabel, namun Pantang Menyerah
Tantangan terbesar dalam hidupnya adalah dengan keterbatasan fisik yang ia miliki, ia harus mampu menunjukan kelebihannya agar dapat menjadi orang yang bermanfaat dan tidak menyusahkan orang lain. Meskipun dalam hal tertentu, misal pekerjaan, tidak serta merta semua orang yakin ia bisa melakukan. Pengalamannya banyak sekali ditolak saat melamar pekerjaan tanpa ditest terlebih dulu dengan alasan pekerjaan yang ia daftar membutuhkan fisik yang sehat. Bahkan tak jarang dalam urusan pribadi ia pun mengalami penolakan. Tetapi, ia tak lantas berkecil hati dan kemudian bisa menerima realita itu sebagai ujian hidup. Dan dalam hatinya ia memiliki semangat dan berusaha untuk membuktikannya.
Mas Iponk menuturkan, motivasinya menekuni hobi musik, karena ia menganggap bahwa ia harus memiliki media untuk menumbuhkan rasa kepercayaan dirinya dalam lingkungan sosial masyarakat. Musik cukup memberikan pengalaman serta pelajaran berharga baginya sebagai penyandang difabel untuk memiliki sifat sadar serta menerima sebagai manusia yang memiliki kekurangan dan kelebihan. Juga, musik memberinya ruang imajinasi untuk turut andil menciptakan ide dan kreativitas dalam bentuk karya nyata.
Reggae dan Alphablopho
Grup band reggae Alphablopho kini turut mewarnai blantika musik tanah air. Terbentuk pada tahun 2008, Mas Iponk bergabung sebagai vokalis. Menjadi vokalis merupakan tujuan utamanya karena ia merasa mampu dan konsisten untuk menjalaninya. Menjadi vokalis juga membuat daya eksplorasinya lebih tercurah, baik ketika menciptakan lagu, bernyanyi, maupun berinteraksi dengan penonton.
Kiprah Mas Iponk dan Alphablopho masih eksis hingga sekarang, antara lain karena konsisten dalam berkiprah di dunia musik, total dalam mencintainya, serta sabar mengahadapi perbedaan dan musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan keputusan. Alphablopho juga memberikan ruang untuk masing-masing personil dalam berekspresi dengan tetap mempertahankan karakter aslinya sebagai harmonisasi dalam menciptakan sebuah karya dan membuka luas komunikasi dan silaturahmi antar komunitas baik secara langsung maupun melalui jejaring sosial. Ia berharap, Alphablopho bisa diterima dan dikenal lebih luas baik nasional maupun internasional.
Ia mengaku, image dari band reggae itu sendiri masih dipandang sebelah mata, misal gembel, urakan dan tidak ada skill. Namun, ia dan timnya berusaha untuk tetap semangat dan mencari tempat untuk perform, meskipun kemudian harus main ke pelosok – pelosok desa. Karena, misi mereka ingin juga memperkenalkan musik reggae itu sendiri ke semua kalangan khususnya di Wonosobo. Dan kini ia bersyukur di Wonosobo sendiri musik reggae sudah menjadi musik yang cukup diterima masyarakat, terbukti dari setiap ajang musik reggae, penonton dari semua kalangan & wilayah, serta grup-grup dangdut & organ tunggalpun banyak membawakan lagu-lagu reggae disetiap acaranya. Pada saat bandnya perform, penonton bisa hafal dan turut menyanyikan karya-karya mereka.
Alphablopho Reggae
Pesan untuk Generasi Muda
Mas Iponk yang sibuk sebagai pekerja seni, event organizer, dan berwiraswasta, berbagi pelajaran hidup yang ia petik, “Hidup itu kewajiban dan tanggung jawab, apapun keaadaan, kondisi, situasi, diri kita sendiri adalah kewajiban yang mutlak untuk kita jalani dan dipertanggungjawabkan oleh diri sendiri. Yakin sepenuhnya Tuhan menciptakan manusia dengan banyak jalan, kita sebagai manusia tinggal berusaha untuk mencari dan memilihnya.”
Sementara untuk kawan-kawan di Wonosobo ia berpesan, agar konsisten, totalitas dalam meyakini, dalam doa, dalam usaha, serta menjadi diri pribadi yang siap dengan segala keadaan. Siap Mas Iponk, anak Wonosobo bisa! (Agnes, Diena)
*korespondensi dengan mas Iponk dapat kawan-kawan muda lakukan melalui akun twitternya : @IponkAB atau buka akun soundcloudnya untuk mengetahui karya-karyanya : https://soundcloud.com/blopers-ab/adbada

Source: wonosobomuda.com

lintasme.init(‘right’); // options : left, top, bottom, right

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here