Interaksi Dengan Al-Qur'an Harus Dimulai Sejak Dini

WONOSOBOZONE -Interaksi seorang Muslim dengan Al Qur’an, sebagai kitab sucinya, harus dimulai sejak dini, hal ini diungkapkan Dwi Raharjo, dari UPTD Dikbudpora Kecamatan Wonosobo, saat memberi sambutan dalam Khotmil Qur’an yang digelar SDIT dan SMPIT Insan Mulai Wonosobo, Jum’at, 25 Maret di RM Resto Ongklok.Menurutnya, hal ini sangat penting, agar bisa melahirkan generasi Qur’ani, generasi masa depan bangsa yang berkarakter positif, yang bisa ikut membentengi moral bangsa, dari gempuran era globalisasi yang kerap menyeret anak bangsa dalam sebuah komunitas negatif.
Selain itu, seorang anak harus mempunyai setidaknya lima sifat dasar, yakni jujur, terbuka, taggung jawab, komitmen dan sharing dengan orang tua, guru atau sejawat jika ada masalah atau menemukan sesuatu yang kurang pas di tengah pergaulannya.
Syarat untuk menjadikan hal ini bisa terwujud, dimulai dari niat, jangan mendahului kehendak Allah dan hati selalu bersyukur, yang mana hal ini bisa terwujud dengan 3 cara, yakni menjaga sholat dan bacaan Qur’an, belajar dengan tekun serta menjadi teladan yang baik.
Kepala Sekolah SDIT Insan Mulia, Mamik Ariyanti, mengemukakan khotmil kali merupaka yan ke-6 bagi SDIT dan yang ke-2 bagi SMPIT Insan Mulia. Pada khotmil kali ini, diikuti sebanyak 25 pelajar, 22 pelajar SDIT dan 3 pelajar SMPIT, masing-masing untuk SD berasal dari pelajar kelas 2 sampai 6 dan untuk SMPIT dari kelas 7.Ia berharap, dengan selesainya para pelajar mengkhatamkan Qur’an, proses pembelajaran Al Qur’an tidak berhenti. Para pelajar diminta tetap untuk mengerti dan memahami Al Qur’an untuk kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Termasuk kepada para orang tua, diminta tetap mendamping mereka, dengan menjaga bacaan Al Qur’an anak-anaknya. Hal ini perlu dilakukan, selain anak jadi lebih dekat dengan Al Qur’an, juga ada sinergitas antara pola pembelajaran di sekolah dengan di rumah.
Peserta khotmil sendiri, merupakan para pelajar yang berhasil lulus dalam ujian EBTAQ, yang dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2016. Materi yang diujikan sendiri meliputi Fashohah, Tartil Al Qur’an, Gharib atau Musykilat dan Ilmu Tajwid, sesuai standar yang ditetapkan Lembaga Qiroati Pusat Semarang.
Sementara, Ustadzah Yayuk dari Lembaga Qiroati Pusat Semarang, memberikan apresiasi kepada para pelajar, yang telah menyelesaikan atau mengkhatamkan pembelajaran Al Qur’an mereka, melalui pola Qiroati. Khususnya kepada para pelajar kelas 2 dan 3 SD, yang meski masih berusia dini, namun berhasil menyelesaikan beberapa tahapan yang harus ditempuh dalam pola pembelajaran Qiroati, yakni jilid 1 sampai 4, Ghorib dan Tajwid.Ia berharap, anak-anak tetap belajar, dan mampu lebih inovatif lagi dalam belajar Al Qur’an.
Utamanya kepada dewan guru, yayasan serta para orang tua, agar bisa memanfaatkan jam pelajaran para pelajar yang panjang, dari pagi sampai sore di sekolah, dengan memberikan ilmu pengetahuan Al Qur’an yang berkualitas, sehingga cita-cita mewujudkan generasi Qur’ani sejak dini bisa terpenuhi.
Dalam khotmil kali ini sendiri, para pelajar selain memperagakan bacaan Al Qur’an yang sudah mereka pelajari, juga menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan para ustad-ustadzah, orang tua wali pelajar maupun dari Lembaga Qiroati Pusat Semarang. Mereka dengan cerdas dan tangkas, menjawab setiap pertanyaan yang diajukan, dan tidak tampak wajah kelelalahan, meski acara dimulai sejak pukul 06.30 pagi dan selesai pukul 11.30 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here