Indonesia Bisa Pecah Menjadi 5-6 Negara

WONOSOBOZONE – Dalam rangka memberikan wawasan kepada generasi muda tentang situasi yang terjadi baik di Indonesia bahkan sampai tingkat dunia  Panglima TNI Jendral Gatot Nurmanto mengistruksikan kepada semua jajarannya agar menyampaikan situasi saat ini kepada seluruh masyarakat Indonesia.  Komadan Kodim Letkol Czi Dwi Hariyono dihadapan anak sekolah dan guru SMA Negeri  I Kertek (21/11)
Letkol memberikan gambaran kondisi dunia saat ini mulai dari perang yang terjadi di Timur Tengah yang tidak kunjung usai, ancaman bagi bangsa Indonesia yang menjadi perhatian kita semua seperti Laut Cina Selatan yang ingin dikuasai oleh Tiongkok, penempatan pasukan Amerika Serikat di Darwin Australia, Narkoba, negara – negara Indonesia, teroris, persaingan ekonomi, krisis energi dan lain sebagainya. Itu semua merupakan  potensi konflik di masa datang yang sengaja diciptakan oleh negara – negara tertentu yang ingin menguasai Indonesia. Bila hal ini tidak segera diatasi dimungkinkan negara Indonesia pecah menjadi 5 negara.
Negara – negara baru tersebut seperti Irian Jaya yang dipelopori oleh Amerika Serikat yang saat ini sudah menempatkan pasukannya kurang lebih 2.500 personel dengan perlengkapan perang siap untuk digerakkan sewaktu – waktu. Pulau Sulawesi yang dipelopori oleh kelompok teroris (ISIS). Mereka yang pulang dari Suriah dan Irak akan berusaha mendirikan negara Islam disana. Pulau Kalimantan akan menjadi negara sendiri yang digerakan oleh Tiongkok. Disana sudah banyak penduduk ilegal dari Cina.
Negara yang ke empat adalah pulau Sumatra.  Ini digerakkan oleh negara – negara persemakmuran.  Hal ini dilihat dengan dari Singapura yang sudah mereklamasi pantai ke arah Indonesia ditambah lagi latihan perang bersama sesama negara persemakmuran.  Ditambah lagi negara Malasia yang selalu memprovokasi terhadap Indonesia. Satu negera lagi yaitu Negara Nusa Tenggara yang digerakkan oleh Australia.
Sehingga sudah tidak ada kata lain mari sebagai rakyat Indonesia bersatu padu untuk mempertahankan NKRI dari rongrongan dari negara – negara tersebut. Kita harus bersatu padu singkirkan perbedaan. Jangan mau lagi kita dipecah belah. Kalau sampai terjadi pecah belah sesama anak bangsa maka harga yang dibayar akan sangat mahal sekali.
Oleh sebab itu tidak ada kata lain bagi bangsa Indonesia hanya ada satu kata yaitu memahami ancaman disikapi dengan bijaksana melalui persatuan dan kesatuan sesama element bangsa dengan buat prestasi untuk menyongsong Indonesia yang berdaulat. NKRI harga mati. Demikian penekanan dari komandan Kodim dalam menutup acara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here