Ikatan Mahasiswa UNNES Temanggung (KOBE) Laksanakan Kegiatan Bersih-bersih Vihara di Sembong, Kaloran, Temanggung

TEMANGGUNGZONE – Ikatan Mahasiswa UNNES yang berasal dari Temanggung atau yang biasa disebut Konservasi Bersenyum (KOBE), baru ini telah melaksanakan salah satu programnya yaitu KOBE Toleransi. KOBE Toleransi merupakan salah satu program bakti sosial yang kegiatanya yaitu bersih-bersih tempat ibadah yang bertujuan untuk meningkatkan rasa toleransi bagi pengurus/anggota KOBE maupun masyarakat sekitar. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 6 Agustus di Vihara Dharma Guna Avalokitesvara yang lokasinya berada di Dusun Sembong, Kaloran, Temanggung. Kegiatan ini dilakukan oleh para pengurus/anggota KOBE sendiri sebanyak 20 orang lebih berlangsung dari pagi hingga siang hari. Tidak memandang agama satu dengan agama lain, para pengurus melaksanakan bersama-sama tanpa pamrih walau membersihkan tempat ibadah yang bukan milik agamanya.
Kegiatan ini disambut dengan baik oleh masyarakat, dan pelaksanaanya pun dibimbing oleh salah satu Pengurus Vihara Dharma Guna Avalokitesvara yaitu Bapak Slamet Apriyanto. Beliau memberi sambutan dan sedikit cerita mengenai sejarah Vihara tersebut. Vihara Dharma Guna Avalokitesvara sendiri mempunyai umat sebanyak 115 yang merupakan para penduduk setempat. Sebenarnya Vihara Dharma Guna Avalokitesvara sudah berdiri sejak lama, mulai tahun 2018 sampai sekarang sedang dalam proses pembangunan renovasi, dan pada seminggu tersebut sedang libur pembangunannya. Dikarenakan hal tersebut maka KOBE berinisiatif melaksanakan program KOBE Toleransi di Vihara tersebut. Saat bersih-bersih dianjurkan untuk berhati-hati dalam pelaksanaan kegiatan karena banyak bahan dan alat bangunan yang berserakan. Vihara ini memiliki struktur bangunan yang megah dan luas, memiliki banyak ruang seperti dapur, kamar mandi, kamar istirahat, ruang pemyimpanan, dan juga memiliki sekolah, yang untuk saat ini dipergunakan sebagai tempat sembahyang dikarenakan ruang utama untuk sembahyang sedang dalam proses pembangunan tersebut.
Ternyata tingkat toleransi di Dusun Sembong sangat tinggi, jarak antara Vihara dengan Masjid pun dekat, saat pembangunan tempat ibadah pun masyarakat bergotong-royong bersama-sama tidak memandang agama. Perbedaan bukanlah penghalang saat berbaur di dalam masyarakat, karena dengan toleransi lah yang akan mewujudkan perdamaian di masyarakat. Semoga dengan terlaksananya kegiatan KOBE Toleransi ini kita semua dapat memahami makna dari kegiatan tersebut, dan dapat meningkatkan rasa toleransi kita.

BACA JUGA:  PDAM Kejar Target Aliri Kalibawang Mulai 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.