HPI Gandeng Kepolisian brantas Pemandu Wisata Ilegal


WONOSOBOZONE – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC Wonosobo kembali menggelar pelatihan mandiri bagi para pelaku industri pariwisata, Selasa (18/10). Pelatihan yang akan berlangsung selama satu minggu tersebut, menurut Agus Dwiyono, salah satu pengurus DPC HPI Wonosobo merupakan yang kedua kalinya di Tahun 2016 ini. Di sela acara pembukaan pelatihan, di pendopo Kabupaten, Agus yang juga pemilik salah satu agen perjalanan tersebut menjelaskan tujuan dari pelatihan pramuwisata mandiri adalah untuk mencetak lebih banyak lagi pemandu lokal yang memiliki kapasitas memadai. “Selama ini Wonosobo sering kekurangan guide (pemandu) lokal untuk melayani para wisatawan yang berkunjung dan membutuhkan pendampingan ke berbagai objek wisata, terutama di masa-masa high season (masa puncak liburan)” jelas Agus.

Kurangnya pemandu lokal tersebut, diakui Agus sering memunculkan komplain dari para wisatawan, karena mereka merasa kurang optimal memperoleh keterangan terkait berbagai sisi objek wisata tujuan. Selain itu, kekurangan pemandu legal yang bersertifikat, diakui Agus juga akhirnya memunculkan pemandu-pemandu wisata liar, utamanya di kawasan wisata ramai seperti dataran tinggi Dieng. Para pemandu liar tersebut, selain merugikan para pramuwisata resmi juga tak jarang menimbulkan protes dari para wisatawan, mengingat kapasitas mereka memang belum teruji. “Kebanyakan para pemandu liar hanya mengandalkan aji mumpung, dan mereka sebenarnya memiliki profesi lain yang tak berkaitan dengan wisata,” bebernya. Menyikapi hal itu, Agus mengaku pihak HPI Wonosobo akan bersikap tegas dengan melakukan penertiban pada para guide ilegal. “Kami akan menggandeng kepolisian, Satpol PP dan instansi Pemkab terkait lainnya untuk membina para pemandu wisata liar, dan sekiranya berkenan, akan kami rangkul untuk bergabung ke HPI agar mereka juga mendapat sertifikat resmi dan layak memberikan layanan di sektor pariwisata di Wonosobo,” pungkas Agus.

Sementara, Wakil Bupati, Agus Subagiyo yang hadir untuk membuka pelatihan mengaku sangat paham dengan apa yang menjadi permasalahan di sektor Pariwisata Wonosobo, termasuk keberadaan pemandu liar. “Sektor pariwisata ini merupakan salah satu andalan dalam upaya kita mengentaskan kemiskinan, karena sangat berkaitan erat dengan banyak sektor pendukung lain,” jelas Wabup. Sektor-sektor pendukung seperti transportasi, penginapan, kuliner, bahkan sampai pada industri kerajinan skala rumah tangga disebut Wabup memiliki keterikatan erat dengan pariwisata. Karena itulah, Pemkab ditegaskan Wabup bakal terus menjaga komitmen mendukung sektor pariwisata, termasuk melalui upaya peningkatan kapasita para pemandunya. “Harapan kami, seiring semakin berkualitasnya layanan pariwisata di Wonosobo ini, minat para wisatawan, baik dari dalam negeri maupun turis-turis mancanegara untuk berkunjung semakin meningkat, sehingga secara tak langsung bakal berimbas positif bagi perekonomian warga masyarakat,” tandas Wabup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here