Hari Kebangkitan Nasional Ke-108, Momentum Persiapan Hadapi Persaingan Global

WONOSOBOZONE – Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, mengajak seluruh masyarakat Wonosobo menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) ke 108, sebagai momentum persiapan menghadapi persaingan global. Hal ini disampaikan Bupati, yang menjadi Inspektur Upacara HARKITNAS, saat membacakan Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Jumat, 20 Mei di halaman Pendopo Kabupaten Wonosobo.
Menurutnya, kerja nyata, kemandirian dan karakter yang terpusat pada pemahaman, bahwa saat ini masyarakat dihadapkan dalam kompetisi global, merupakan persiapan yang bisa dilakukan, untuk bisa memenangi persaingan di tingkat internasional.
Ditegaskannya, komitmen terhadap NKRI dalam peringatan HARKITNAS sangat penting, karena setelah sekian lama berdiri sebagai bangsa, ancaman dan tantangan akan keutuhan NKRI tidak selangkah pun surut. Bahkan melalui kemajuan teknologi digital, ancaman radikalisme dan terorisme, mendapatkan medium baru untuk penyebaran paham dan praktiknya.
Selain itu, masyarakat juga menghadapi permasalahan ketahanan bangsa secara kultural. Munculnya kekerasan dan pornografi, terutama yang terjadi pada generasi yang masih sangat belia, adalah satu dari beberapa permasalahan kultural utama bangsa ini yang akhir-akhir ini mengemuka dan memprihatinkan, yang mana medium baru teknoiogi digital berperan penting dalam penyebaran informasi, baik positif  maupun negatif, secara cepat dan massif.
Dan saat berbicara  tentang lanskap dunia dalam konteks teknologi digital ini, masyarakat juga menghadapi problem kaburnya batas-batas fisik antara domestik dan internasional. Potensi pergaulan dan kerja sama saling menguntungkan akibat relasi dengan dunia internasional tumbuh makin intens, tetapi juga sekaligus makin rentan terhadap penyusupan ancaman terhadap keutuhan NKRI dari luar wilayah negeri ini.
Menurutnya, tantangan-tantangan baru yang muncul ini memiliki dua dimensi terpenting, yaitu kecepatan dan cakupan, sehingga aspek-aspek kerja nyata, kemandirian, dan karakter menjadi kunci untuk memenangkannya.
Kini saatnya semua pihak bekerja nyata dan mandiri dengan cara-cara baru penuh inisiatil, bukan hanya mempertahankan dan membenarkan cara-cara lama seperti yang telah dipraktikkan selama ini. Hanya karena telah menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan berarti sesuatu telah benar dan bermanfaat. Masyarakat harus membiasakan yang benar dan bukan sekadar membenarkan yang biasa.
Sementara kepada para Aparatur Sipil Negara yang mendapat amanat menggerakkan roda pemerintahan, Eko mengajak untuk menyelenggarakan proses-proses secara lebih efisien, dengan memangkas segala  proses pelayanan yang berbelit-belit dan berkepanjangan tanpa alasan yang jelas. Serta membangun proses-proses yang lebih transparan dan memberikan layanan tepat waktu sesuai jangka waktu yang telah dijanjikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here