Harga Tiket Mahal, Jumlah Wisatawan Asing Ke Telaga Warna Turun 80%

Telaga Warna Dieng Wonosobo

WONOSOBOZONE – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hasan Asy’ari mendorong agar Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengambil alih kembali pengelolaan Objek Wisata Telaga Warna Dieng. Selain karena secara geografis memang masuk di wilayah Kabupaten Wonosobo, pengelolaan salah satu obwis unggulan di Dataran Tinggi Dieng oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) tersebut ternyata menimbulkan efek Negatif. “Harga tiket masuk bagi wisatawan mancanegara (wisman) terlalu mahal bila dibandingkan dengan harga tiket wisatawan nusantara (Wisnu), sehingga menurunkan minat turis asing untuk memasuki telaga warna”, jelas Hasan mengungkap alasan pihaknya mendorong pengambil alihan kembali Obwis telaga warna. Dari data yang diperoleh Hasan dari BKSDA Jawa Tengah, penurunan jumlah wisman mencapai 80% dari tahun sebelumnya.
Himbauan tersebut, menurut Hasan juga bertujuan untuk lebih menggeliatkan lagi antusiasme Wisman datang ke Dieng. Hasan yang memantau langsung telaga warna bersama Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo, Agus Purnomo, Minggu (12/7), mengaku menerima banyak keluhan dari biro perjalanan wisata. “Banyak turis asing membatalkan kunjungan ke Dieng, ketika mengetahui bahwa harga tiket untuk mereka jauh lebih mahal daripada tiket untuk wisatawan lokal, dan itu dikeluhkan para pemilik travel agen”, kata Hasan lebih lanjut. Karena itu, Hasan mengaku akan mengirim permohonan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2014, yang menjadi acuan BKSDA menetapkan harga tiket. “Kami akan mengusahakan agar PP tersebut bisa direvisi, karena ternyata menimbulkan dampak tidak baik, terutama bagi minat wisman ke Dieng, serta membuat nama baik bangsa tercoreng”, terang Hasan. Menurut mantan anggota DPRD Kabupaten Wonosobo tersebut, diskriminasi hanya berdasar warna kulit maupun kewarganegaraan seharusnya tidak lagi dilakukan. “Kalaupun akan dibedakan secara harga, kami berharap agar tak terlalu jauh seperti sekarang”, tegas Hasan.
Menanggapi himbauan dari salah satu anggota Komisi E DPRD Jateng itu, Kepala Kanparekraf, Agus Purnomo mengaku akan secepatnya mengambil langkah. “Segera kita akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, karena dengan penurunan wisatawan asing ke Dieng, berarti ada potensi ekonomi yang hilang”, kata Agus. Pengelolaan telaga warna, dikatakan Agus juga memang selayaknya diambil alih Pemkab, karena kini urusan retribusi dan manajemen Objek Wisata sudah ditangani Dinas Pendatan Daerah (Dipenda). “Kami juga berupaya untuk menjalin komunikasi dengan instansi terkait di Kabupaten Banjarnegara selaku pemangku sebagian wilayah di Dataran Tinggi Dieng.
“Koordinasi dengan Pariwisata Banjarnegara, untuk nantinya kita tindaklanjuti dengan mengirim surat kepada BKSDA dan kementerian terkait”, jelas Agus.
Pihak Kanparekraf sendiri menurut Agus memang tengah gencar mempromosikan berbagai Objek Wisata kepada para pelaku wisata dan agen travel. Dengan dihapusnya disparitas harga tiket untuk Wisman dan Wisnu, Agua yakin antusiasme turis asing ke Dieng akan semakin meningkat.
Source: wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here