Harga Sayuran Di Pasar Induk Merangkak Naik, Tomat Paling Drastis

WONOSOBOZONE – Komoditas sayur mayur di Pasar Induk Wonosobo mulai menunjukkan tren kenaikan harga, di pertengahan bulan ini. Dari hasil pemantauan oleh tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sepanjang minggu ketiga, beberapa jenis sayur menunjukkan perubahan harga menjadi lebih mahal dari pekan sebelumnya.
Kenaikan harga komoditas sayuran paling tinggi dialami Tomat, yaitu mencapai 50%. Dari sebelumnya Rp 6.000,- per kilogram, akhir minggu ketiga lalu, Tomat dihargai Rp 9.000,- per kilogram. Selain tomat, bawang merah dan cabe merah keriting juga menunjukkan kenaikan harga. Bawang merah, yang sebelumnya ada di harga Rp 17.000,- per kilogram, jadi Rp 20.000,- atau 17,65%, sedang cabe merah keriting, sebelumnya Rp 15.000,- per kilogramnya naik 6,67% jadi Rp 16.000,-.
Selain ketiga komoditas sayur yang mengalami kenaikan harga, laporan hasil pemantauan dari Disperindag tersebut juga menyebutkan adanya penurunan harga pada beras jenis Pelita. Beras Pelita yang di pekan kedua ada di harga Rp 10.000,- turun 5% menjadi Rp 9.500,-. Untuk jenis beras lainnya, seperti Barito, Cihera, IR dan Tombol, harga masih stabil.
Secara umum, laporan pemantauan yang ditandatangani Sekretaris Disperindag Ratna Legawati SE tersebut menyimpulkan, bahwa harga komoditas yang masuk dalam kelompok kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di Pasar Induk masih stabil. Kenaikan maupun penurunan harga, disebut Ratna masih relatif wajar dan terkendali, serta tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
Pasar Induk Wonosobo

lintasme.init(‘right’); // options : left, top, bottom, right

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here