Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar Tradisional Mulai Menggeliat

WONOSOBOZONE – Dari hasil pemantauan yang dilakukan tim Kepokmas
Kantor Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Wonosobo, sedikitnya 7 komoditas
mengalami kenaikan harga bervariasi, mulai 6 % sampai 50 %. “Komoditas sayuran
seperti wortel dan kubis mengalami kenaikan cukup signifikan, mencapai 50 %”,
ungkap Kepala Kantor Perindag, Ir Karyoto melalui rilis daftar harga kepokmas
dan barang pokok penting strategis, Rabu (8/7).
Rilis tertulis yang
dikeluarkan pada H-9 Idul Fitri tersebut, memang memperlihatkan harga-harga
kepokmas yang mulai menunjukkan perubahan. Wortel yang semula berada di harga
Rp 4.000,- per kilogram pada awal Juli, naik menjadi Rp 8.000,-. Sementara
kubis, dari Rp 4.000,- per kilogram, naik jadi Rp 5.000,-. Komoditas lainnya
yang juga mengalami kenaikan harga antara lain adalah Cabe Merah Keriting, dari
Rp 25.000,- jadi Rp 30.000,- per kilogram, kentang dari Rp 7.000,- jadi Rp
8.000,-, Bawang putih kating, dari Rp 18.000,- per kg, naik menjadi Rp
20.000,-. Kemudian ada pula daging ayam broiler, yang pada awal Juli
diperdagangkan di harga Rp 27.000,- per kg, naik menjadi Rp 30.000,-. 
Sedangkan harga cabe rawit merah dan
bawang merah tercatat turun cukup drastis mencapai 38,89 % dan 15,79 %. Cabe
rawit merah dari sebelumnya dihargai Rp 25.000,- turun jadi Rp 18.000,-, sedang
bawang merah dari Rp 22.000,- turun jadi Rp 19.000,- per kilogram.
“Untuk komoditas
beras, baik jenis Barito, Cihera, Pelita maupun IR, harga per kilogramnya masih
stabil, berada di kisaran Rp 8.500,- sampai Rp 12.000,-“, pungkas Karyoto.
sp.beritasatu.com
 source: wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here