Hardiknas: Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita

WONOSOBOZONE – Hari Pendidikan Nasional Dan Otonomi Daerah tahun 2016, diperingati dalam upacara bendera, dengan inspektur upacara, Sekretaris Daerah Wonosobo, Eko Sutrisno Wibowo, Senin 2 Mei 2016 di Alun-alun  Kabupaten.
Dalam upacara yang dihadiri anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan segenap pejabat dilingkungan Pemkab, serta pesonil TNI, POLRI, para guru, PNS, pelajar SMP, SMA dan Mahasiswa, Sekda, yang membacakan sambutan Mendiknas mengemukakan, HARDIKNAS diperingati bukan hanya untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Indonesia dan seluruh pejuang pendidikan semata, namun juga untuk merefleksikan beragam upaya yang telah dan sedang di lakukan dalam menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Melalui tema Ayo Kerja, Inovatif dan Kompetitif, dikandung maksud sebagai seruan bagi seluruh kalangan pendidikan tinggi dan perguruan tinggi untuk melakukan reformasi pendidikan tinggi,  yang merupakan suatu keniscayaan pada saat ini, ketika menghadapi beragam tantangan luar biasa dalam skala lokal, nasional, maupun global.
Menurutnya, globalisasi juga telah meningkatkan kompetisi di tingkat institusi, nasional dan internasional. Pada saat ini, indeks daya saing Indonesia yang diukur dari indikator higher education and training menunjukkan bahwa pada tahun 2014 sampai dengan 2015 Indonesia menduduki peringkat 60 dengan indeks daya saing 4,5, sementara pada tahun 2015 sampai dengan 2016 peringkat Indonesia menjadi 65 dengan indeks daya saing yang sama 4,5. Hal ini berarti, ada lebih banyak negara lain yang mencapai indeks daya saing lebih baik dari Indonesia, sehingga peringkat Indonesia menurun. Untuk itu Sekda mengajak kepada semua pihak, untuk memfokuskan kerja dalam reformasi pendidikan tinggi, dengan cara-cara inovatif untuk menghasilkan beragam inovasi yang berdaya saing dari pendidikan tinggi.
Sekda memaparkan, sudah banyak ragam inovasi yang dihasilkan dan dibanggakan. Pada tahun 2015 menurut World Economic Forum, indeks inovasi Indonesia mencapai 4,6 atau peringkat 30 dunia, sedangkan indeks inovasi pendidikan tinggi adalah 4,0 atau peringkat 60 dunia. Hal ini berarti, masih diperlukan kerja secara inovatif, sebagai upaya meningkatkan peringkat indeks inovasi pendidikan tinggi Indonesia di peringkat 56 pada tahun 2020. Indeks ini menunjukkan bahwa masih banyak inovasi dan teknologi yang perlu dihasilkan untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut Sekda menyerahkan penghargaan kepada siswa siswi berprestasi, antara lain dua kelompok Pramuka yakni Barung putra SD N 1 Kalierang Selomerto, dan Barung  Putri SD N 6 Wonosobo, sebagai juara I dalam event PERSARI Jateng. Kemudian penghargaan diberikan kepada Azzahara Mayana Hanim (SD N 2 Kertek) dan Disya Rahma Lia (SD N 3 Wonosobo), sebagai juara I dan Aena Nur Khafifah (MI. Muh. Mungkung Kalikakjar)  juara III Taekwondo POPDA SD Tingkat Prov. Jateng, serta penghargaan kepada Afrizal Sadam (SD N 2 Pecekelan Sapuran) sebagai juara I Pencak Silat dalam POPDA SD Tingkat Prov.Jateng, Chivia Athaya Insyra Gunawan (SD N 6 Wonosobo) sebagai juara III Karate POPDA SD Tingkat Prov. Jateng, serta Louisa Santoso (SD Pius Wonosobo) sebagai juara III Tenis lapangan POPDA SD Tingkat provinsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here