Hampir 100 Juta Rupiah, Dana Anak Asuh Mengendap di Tabungan

Amin Suradi memberikan secara simbolis dana bantuan untuk anak asuh
WONOSOBOZONE – Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGN OTA) Kabupaten Wonosobo merubah metode penyaluran dana bantuan untuk anak asuh. Setelah tahun sebelumnya diberikan lewat tabungan, pada penyerahan dana yang digelar Senin (7/12), seluruh bantuan diberikan kepada pihak sekolah secara tunai. Wakil Ketua LGN OTA Wonosobo, Elly Mustopo menyebut perubahan metode penyaluran dana bantuan tersebut tak lepas dari hasil pemantauan pihaknya di lapangan. “Hasil evaluasi kami di beberapa sekolah menunjukkan dana yang ada di tabungan ternyata justru mengendap karena tak diambil oleh anak asuh,” jelas Elly.
Dana yang mengendap di tabungan tersebut, menurut Elly mencapai lebih dari 90 Juta Rupiah, atau hampir menyentuh angka 100 Juta. Setelah ditanyakan kepada siswa, Elly mendapat kesimpulan, tak semua siswa mampu mencairkan dana bantuan di bank. “Faktornya rata rata adalah karena sebagian penerima bantuan adalah siswa-siswa dari sekolah pinggiran yang jauh dari kantor bank,” terang Elly. Daripada membayar biaya transport ke bank, para siswa tersebut akhirnya memilih mengendapkan uang mereka di tabungan. Hal itu, menurut Elly membuat upaya LGNOTA membantu para siswa tak mampu menjadi sia-sia, karena dana bantuan akhirnya tak sampai ke sasaran. “Tujuan diserahkannya dana bantuan kepada anak asuh, yang merupakan siswa-siswi kategori tak mampu sebenarnya adalah untuk mencukupi kebutuhan mereka, terutama yang terkait erat dengan pendukung proses belajar,” ungkapnya. Karena itulah, ia mendorong agar dana bantuan dari LGNOTA secepatnya diterimakan kepada masing-masing siswa, sehingga kebutuhan mereka bisa segera dipenuhi. “Dengan diserahkan kepada pihak sekolah seperti tahun-tahun lalu, kami optimis dana yang kami serahkan sejumlah Rp 88.200.000,- akan secepatnya diterima siswa,” pungkas Elly.
Dari keterangan tertulis yang dirilis Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) Kabupaten Wonosobo, dana sebesar 88 Juta Rupiah lebih tersebut berasal dari sumbangan BAZDA Wonosobo sebesar 45 Juta Rupiah, bantuan LGN OTA Provinsi Jawa Tengah sebesar 7,95 Juta Rupiah, dan donatur dari berbagai SKPD sebesar 35,25 Juta Rupiah. Alokasi dananya sendiri, adalah untuk 140 pelajar SD/MI masing-masing 200 RIbu Rupiah, 138 anak SMP/MTs masing-masing 250 Ribu Rupiah, dan 79 pelajar SMA/MA/SMK masing-masing sebesar 300 Ribu Rupiah.
Menyambut diserahterimakannya dana bantuan untuk 367 anak asuh tersebut, Asisten Sekda Bidang Ekonomi Pembangunan, Amin Suradi mengaku sangat apresiatif. “Dengan adanya dukungan dari semua pihak, saya berharap anak-anak tak mampu yang saat ini belum bisa sepenuhnya mengakses pendidikan, akan meperoleh hak mereka,” tandas Amin. Ke depan, Amin menyebut Pemkab Wonosobo akan terus mendorong kesadaran semua pihak untuk lebih banyak memberikan donasi untuk LGN OTA. Dengan semakin besarnya dana bantuan, maka upaya membantu anak-anak Wonosobo lainnya yang sampai saat ini masih kesulitan memperoleh pendidikan layak juga akan lebih luas dan merata. (Ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here