Hadirkan Praktisi Dari Bukalapak, BLK Dorong Generasi Muda Wonosobo Tekuni Bisnis Online Shop

WONOSOBOZONE – Bisnis toko berbasis internet, atau lebih dikenal luas sebagai online shop (Olshop), saat ini tengah menemukan momentum positif di Indonesia. Hal itu menginspirasi Balai Latihan Kerja (BLK) Wonosobo, untuk berupaya mendorong generasi muda yang tengah mengikuti pelatihan, agar turut memanfaatkan peluang, dengan menekuni bisnis minim modal ini. Demi meyakinkan para peserta pelatihan agar lebih termotivasi untuk berbisnis online, Senin (7/11), BLK mengundang Ainul Hakim, salah satu praktisi dari Semarang yang kini telah menjadi pedagang besar di Bukalapak.Di depan lebih dari 140 peserta pelatihan dari 7 jurusan, yang selama hampir sebulan terakhir menjalani pendidikan di BLK, Ainul didaulat memaparkan materi mengenai apa dan bagaimana bisnis online shop.
Muklis Raya, salah satu instruktur pelatihan Bahasa Inggris dan Komputer, yang mendampingi para peserta pelatihan menjelaskan, upayanya mengundang praktisi dari Bukalapak tersebut merupakan bagian dari strategi pemberdayaan generasi muda. “Selama ini pelatihan hanya sebatas bagaimana peserta menguasai teknik berwirausaha, dan belum sampai pada materi soal pemasaran produk hasil usaha mereka,” terang Muklis. Padahal, menurutnya, para peserta juga banyak yang bertanya mengenai bagaimana mereka harus memasarkan produk hasil usaha, agar mampu berkembang dan tumbuh secara mandiri. Pihaknya melihat peluang untuk memasarkan hasil usaha para eks peserta pelatihan, terbuka melalui bisnis Olshop, karena saat inj konsumen yang memilih berbelanja secara online juga terus bertumbuh. “Seiring dengan semakin canggihnya teknologi, dan juga kecenderungan masyarakat saat ini lebih mudah mengakses internet, kami meyakini bisnis online bakal berkembang dan secara ekonomi juga sangat menjanjikan,” tandas Muklis. Ia berharap, agar selepas menjalani pelatihan selama 240 jam, atau sekitar satu bulan, termasuk pelatihan bisnis online ini, para peserta mampu menerapkan ilmu nya, dan mandiri sebagaimana para pelapak yang sukses di Bukalapak.
Bisnis Olshop, seperti dituturkan Ainul Hakim, sangat sederhana. Berbekal kemampuan mengoperasikan Komputer atau handphone pintar berbasis internet, sebuah bisnis online siap dijalankan. “Barang yang hendak dijual juga tak harus produk sendiri, asalkan sudah mendapat ijin dari produsennya, maka siap dijual melalui toko online,” lanjutnya. Ainul yang sudah beberapa tahun terakhir bergabung di Bukalapak, juga mengakui dibutuhkan strategi marketing tersendiri agar barang yang dijual lebih menarik pembeli. “Unsurnya cukup banyak, seperti bagaimana membuat sebuah barang memiliki daya tarik lebih dari sisi visual, sampai promosi gencar melalui media sosial,” terangnya. Keunggulan dari berbisnis online, selain pemasarannya bisa mencapai seluruh dunia, dikatakan Ainul adalah para pelaku tak harus keluar modal terlalu besar, karena tidak diperlukan sewa gedung, bayar pegawai, atau jenis biaya lain seperti di toko offline. “Rugi kalau anak-anak muda Wonosobo tak memanfaatkan momentum ini dengan baik, karena saya juga dengar bahwa di sini produk-produk hasil UMKM nya cukup banyak dan beragam jenis, dan itu menurut saya sangat potensial untuk bisa diterima pasar,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here