Hadapi Arus Globalisasi Dengan Empat Pilar Kebangsaan

WONOSOBOZONE – Dalam menghadapi realitas kehidupan berbangsa dan bernegara ini, termasuk untuk mengarungi arus globalisasi, Bangsa Indonesia telah memiliki seperangkat paradigma dan konstitusi sebagai kunci dan filter untuk membentuk karakteristik dan kepribadian yang terangkai dalam empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, Eko Purnomo SE, MM, selaku keynot speech pada acara halal bi halal dan halaqoh Ulama, Zu’ama dan Cendekiawan Muslim Indonesia Kabupaten Wonosobo tahun 2016. Yang mengambil tema “Meningkatkan Pemahaman Pilar kebangsaan”, bertempat di Pendopo Bupati, Rabu (03/08).
Akan tetapi empat pilar tersebut sedang diuji ketahanannya dalam menghadapi tantangan globalisasi yang menimbulkan krisis multidimensional dan telah mempengaruhi perkembangan kepribadian manusia berupa krisis identitas dalam diri individu, kelompok serta masyarakat, ungkap Eko Purnomo. Salah satu ujian adalah banyak sekali generasi muda kita yang terbuai dan tidak mampu memfilter arus globalisasi, sehingga perilaku mereka yang tidak menyimbolkan jati-diri dan kepribadian bangsa Indonesia seperti makin tingginya konsumsi narkotika dan zat aditif, maraknya tindak kriminalitas yang melibatkan pemuda, meningkatnya pergaulan bebas, tawuran, degradasi moral, degradasi penghormatan terhadap nilai-nilai moral yang ada, serta minimnya rasa cinta pada budaya bangsa sendiri.
Oleh karena itu melalui Halaqoh ini, berharap para ulama, zu’ama dan cendekiawan muslim mampu memberikan dan memperkuat bekal pemahaman politik dan kebangsaan yang benar bagi masyarakat pada umumnya dan khusunya generasi muda, sehingga dapat mendorong perilaku politik yang lebih santun dan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan golongan maupun pribadi dalam menghadapi era globalisasi ini.
Pada acara Halaqoh yang dilaksanakan oleh MUI, ICMI, IPHI, DMI dan Unsiq Jateng di Wonosobo ini diisi diskusi panel dengan 4 narasumber yaitu Kapolres Wonosobo, AKBP. Azis Andriyansyah, yang menyampaikan materi kewaspadaan dan penanganan faham marxisme dan komunisme dalam tegaknya Pancasila dan NKRI. Dan Dim 0707 Wonosobo, Letkol. Czi. Dwi Haryono, yang menyampaikan materi Ancaman marxisme-komunisme terhadap keamanan Nasional. Komisi Fatwa dan Hukum MUI Jawa tengah, Dr. Abu Rokhmat, M.Ag, yang menyampaikan materi Strategi Pemahaman Pilar Kebangsaan. Ketum MUI Kabupaten Wonosobo, Drs. Muchotob Hamzah, MM, yang menyampaikan materi Peran MUI terhadap gerakan terorisme, marxisme dan komunisme.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here