Guru TK Kalikajar Tampil Sebagai Juara Lomba Alat Peraga Edukatif

Keni saat mempresentasikan APE hasil karyanya
 WONOSOBOZONE – Keni Subekti, yang
kesehariannya menjadi guru TK Tegalombo Kalikajar, sukses tampil sebagai juara
lomba Pembuatan Alat Peraga Edukatif (APE) yang digelar GOPTKI berbarengan
dengan lomba Cerita Bersambung Anak TK, yang digelar sebagai rangkaian
peringatan HUT GOPTKI ke-59, Senin, 14 Maret di Lantai II Gedung KORPRI
Wonosobo.

Keni sukses
menyisihkan 14 rekan guru TK lainnya, yang juga tampil mempresentasikan alat
peraga edukatif karya ciptaan mereka. Berbekal kreativitas memanfaatkan
barang-barang yang murah dan mudah didapat, Keni menyusun alat pembelajaran
anak berbentuk kubus, dirangkai dengan huruf dan angka, agar anak lebih mudah
mengenal angka dan abjad. Kesederhanaan alat namun sarat makna dan efektif
untuk pembelajaran anak, membuat tim penilai yang berasal dari perwakilan Dinas
Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, memberikan nilai
255 untuk hasil karyanya.

Nilai tersebut unggul
tipis atas karya Fita Khastin Akhaniati, guru TK Pertiwi Dero Ngisor
Mojotengah, yang mengumpulkan nilai 252 serta unggul atas karya Umi Salamah,
guru TK Sapuran, yang mengumpulkan nilai 235.

Menurut salah satu
penilai lomba, Moch. Suroto, lomba menciptakan dan mempresentasikan Alat Peraga
Edukatif bagi Guru TK, dimaksudkan untuk merangsang kreativitas guru dalam
menciptakan alat-alat peraga, yang mampu menstimulasi anak didik untuk mencapai
sasaran edukasi agar lebih efektif dan menarik.

Adapun kriteria
penilaian diantaranya adalah pembukaan, yang mana disini guru harus menjelaskan
maksud dan tujuannya, dengan bobot penilaian 10%. Selanjutnya, konten atau isi.
Disini penyampaian guru harus sistematis, jelas dan bisa dipahami, dengan bobot
penilaian 20%. Kriteria selanjutnya adalah desain yang handal, mudah
dioperasikan, murah, sederhana dan menarik perhatian dengan bobot penilaian 30%.
Kemudian alat peraga harus benar-benar berfungsi sebagai alat bantu untuk
memudahkan pemahaman proses pembelajaran dengan bobot penilaian 30%, serta
penutup berupa penyampaian kesimpulan atau harapan dengan bobot penilaian 10%.

Menurutnya, kriteria penilaian
ini didasarkan pada tiga aspek, yakni aspek rekayasa perangkat lunak, desain
pembelajaran dan komunikasi visual. Diharapkan, melalui berbagai kriteria dan
aspek penilaian yang sistematis, akan membuat para guru lebih visioner dalam
merancang alat pembelajaran yang lebih edukatif pada anak, sehingga akan lebih
merangsang daya inovasi dan kreativitas anak.

Sementara Ketua DPC
GOPTKI Wonosobo, Ny. Wati Eko Sutrisno, mengaku bangga, dengan banyaknya temuan
Alat Pembelajaran Edukatif (APE) guru TK. Hal ini diyakininya, akan membuat guru-guru
TK lebih kreatif, senang berinovasi, selalu membangun kapasitas diri secara
berkelanjutan, dan tidak akan pernah lelah dalam melakukan transfer ilmu, serta
menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas bagi anak-anak usia dini
di Wonosobo.

Sama dengan lomba
cerita bersambung anak TK, penyerahan piala akan dibarengkan dengan resepsi
Hari Jadi GOPTKI yang dijadwalkan pada pertengahan April nanti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here