Gubernur Jateng dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi, Berdoa Untuk Persatuan Bangsa

MAGELANG – Ribuan warga berduyun-duyun menaiki Bukit Tidar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (24/3/2019) pagi. Kedatangan warga ke puncak Bukit Tidar itu dilakukan untuk menggelar Umbul Dungo, yakni berdoa bersama di puncak bukit untuk memohon kepada Tuhan untuk persatuan bangsa.

Gunung Tidar dalam legenda dikenal sebagai Pakunya Tanah Jawa. Kemudian di Gunung Tidar ini terdapat tugu dengan simbol huruf Jawa, Sa dan tugu ini dikenal sebagai Pakunya Tanah Jawa. 

Dalam acara yang dikemas Selametan Puser Bumi di Gunung Tidar Kota Magelang tersebut dihadiri warga masyarakat Kabupaten Magelang dan Kota Magelang. Mereka yang hadir dan ikut dalam acara ini memakai pakaian adat Jawa dan membawa aneka tumpeng.

Selain tumpeng, gunungan berisi aneka hasil bumi Magelang juga diarak menuju puncak bukit bersama-sama. Ada pula gunungan yang ditempel ribuan kertas berisi doa-doa dari masyarakat. Berbagai doa yang ditulis mayoritas berisi tentang harapan Indonesia yang aman dan damai.

Acara Selamatan Puser Bumi di Gunung Tidar dihadiri langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Bupati Magelang Zaenal Arifin dan Wakil Bupati Magelang Edy Cahyana.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowodalam sambutannya mengatakan, acara Slametan Puser Bumi ini menjadi momentum yang baik untuk berdoa bersama agar negara ini rukun dan semakin makmur.

“Semoga, dengan berdoa bersama ini semua masyarakat Jawa Tengah dan Indonesia semakin rukun, persaudaraan semakin erat dan tidak terpecah belah,” kata dia.

Ganjar Menambahkan, masyarakat harus sadar bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan berbagai macam perbedaan yang ada. Beda warna kulit, beda suku, agama, ras, golongan.

“Namun perbedaan itu harus menjadi pemersatu. Bedo partai yo kudu rukun (beda partai ya harus tetap rukun), arep milih presiden nek bedho-bedho pilihan ya kudu tetep rukun (mau memilih presiden meskipun berbeda-beda harus tetap rukun),” tambahnya.

BACA JUGA:  Inilah 3 Finalis Marching Band Competition 2018, SMAN Watumalang Lolos

Dalam kesempatan itu pula, Ganjar mengajak seluruh warga untuk berdoa bersama menjelang Pilpres 2019. Semoga pesta demokrasi tersebut berjalan lancar tanpa ada gangguan apapun.

“Mari kita berdoa, agar nanti diberikan pemimpin yang amanah, yang merakyat, yang tahu keinginan rakyat dan yang bisa menyenangkan rakyat,” pungkasnya.

Artikel dikutip dari wartakota.tribunnews.com Penulis & Editor Ichwan Chasani, link
http://wartakota.tribunnews.com/2019/03/24/berdoa-untuk-persatuan-bangsa-ganjar-dan-warga-gelar-slametan-puser-bumi?page=2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.