GOW Bagikan Beras Dan Uang Saku Lebaran Untuk 200 Pemulung


WONOSOBOZONE – Tak salah bila bulan Ramadhan sering dikatakan sebagai bulan penuh berkah. Betapa tidak, selama 30 hari penuh semangat umat Muslim untuk menyedekahkan harta bagi sesamanya yang kekurangan, meningkat berlipat. Bagi kaum dhuafa, hal itu tentu menjadi berkah, terlebih ketika banyak barang di pasar jauh dari jangkauan mereka yang rata-rata  tak berpenghasilan memadai. Hal itu terlihat jelas ketika pada Jumat sore (24/6), gabungan organisasi wanita (GOW) Kabupaten Wonosobo mengundang tak kurang dari 200 dhuafa ke markas mereka di komplek sasana adipura kencana. Undangan yang disampaikan untuk para dhuafa yang sebagian besar berprofesi sebagai pemulung tersebut, selain agar hadir dalam acara pengajian rutin setiap Jumat, juga dalam rangka pemberian santunan berupa beras dan uang.

Wakil Ketua GOW, Sundiyah menjelaskan inisiatif untuk memberikan santunan kepada para pemulung, lansia dan penyandang cacat di pertengahan Ramadhan ini adalah sebagai wujud kepedulian organisasi terhadap kebutuhan mereka. “Jumlah secara nominal tidak begitu besar, karena ini juga kami sesuaikan dengan donasi yang masuk dari para dermawan ditambah kas organisasi, namun demikian kami berharap bisa meringankan beban kehidupan harian mereka, terutama dalam rangka menyambut Idul Fitri mendatang,” jelas Sundiyah saat ditemui usai acara. Santunan berupa beras dan uang saku tersebut, menurut Sundiyah lebih diprioritaskan bagi para pemulung yang rutin mengikuti pengajian di GOW, karena data per nama menjadi lebih mudah, sehingga terhindar dari kesalahan sasaran. “Beberapa kaum lanjut usia (lansia) dan penyandang cacat juga kami santuni karena mereka juga memiliki hak untuk dibantu,” pungkas Sundiyah.

Inisiatif GOW untuk berbagi dengan kaum papa tersebut mendapat apresiasi sangat positif dari Ketua TP PKK Kabupaten, yang sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina GOW, Fairuz Eko Purnomo. Di depan para dhuafa, Fairuz mengakui bahwa keberadaan para pemulung sangat membantu upaya pemerintah menciptakan Wonosobo bersih.”Bapak dan Ibu ini saya anggap sebagai pahlawan kebersihan, karena secara langsung berperan terhadap upaya menciptakan Kota Wonosobo yang senantiasa bersih, lebih rapi dan lebih indah,” tegas Fairuz. Mengingat jasa besar para pemulung itu, Fairuz menilai upaya untuk meringankan beban mereka sewajarnya dilakukan. “Langkah GOW ini sungguh mulia, karena itu saya sangat mendukung dan akan berupaya agar di masa mendatang, makin banyak lagi yang bisa kita bagikan,” tegas Fairuz sebelum secara simbolis menyerahkan santunan kepada salah satu pemulung.

Source: wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here