Gladen Sesorah Basa Jawa Diharapkan Berlanjut

WONOSOBOZONE – Kegiatan gladen sesorah basa jawa yang dihelat Dinas Komunikasi dan Informatika sejak bulan April lalu, resmi ditutup, Rabu (5/12). Penutupan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada para lulusan dan pemotongan tumpeng oleh Kepala Dinas Kominfo, Eko Suryantoro. Kepada para lulusan dari tiga angkatan (Bergada), mulai dari Bergada I yang diikuti perwakilan OPD, Bergada II dari unsur Kelompok Informasi Masyarakat dan forum komunikasi media tradisional, serta bergada III dari unsur perangkat desa, Eko menyampaikan apresiasi dan terimakasih, karena mereka telah mengikuti gladen yang diselenggarakan Diskominfo bekerjasama dengan para penggiat bahasa dan budaya Wonosobo tersebut. “Kami juga memohon maaf apabila selama kegiatan gladen banyak kekurangan dalam menyambut para peserta, dan sangat berharap ilmu yang telah diterima dari para Dwijo (guru) dapat bermanfaat di lingkungan masing-masing,” tutur Eko.

.
Harapan agar para alumni sesorah basa Jawa dapat menerapkan ilmunya dan mengambil peran di lingkungan masyarakat juga diungkapkan Suharno, praktisi dan penggiat budaya serta Bahasa Jawa senior yang menjadi salah satu dwijo. Meski secara pengucapan masih belum sepenuhnya benar, alumni sesorah diminta Suharno agar percaya diri dengan terus mengasah kemampuan, khususnya dalam hal berpidato di depan khalayak. “Ada satu dua kata yang belum sesuai, seperti ketika memberikan tempat dan kesempatan bagi orang lain bicara, atau pengucapan kata setelah atau kata pertama dalam Bahasa jawa karma. Tapi itu kalau terus diasah dengan membiasakan diri, nantinya akan menyesuaikan dan selanjutnya minim kesalahan,” terang Suharno. Demi melestarikan budaya dan Bahasa Jawa, ia juga mengungkapkan harapan agar Dinas Kominfo tetap melanjutkan gladen sesorah di tahun depan.

.
Bagi para alumni, kegiatan sesorah basa jawa diakui sangat membantu mereka untuk mengembangkan diri. Priswanto, peserta bergada I dari unsur OPD menyebut keikutsertaannya di gladen sesorah telah meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berpidato dalam acara-acara di lingkungan tempat tinggalnya. “Para dwijo juga sangat baik dalam menyampaikan materi-materi mulai dari pamedhar sabda, ngadi sariro ngedi busono, sampai tata cara  dalam bertutur kata dalam Bahasa Jawa yang baik dan benar,” tandasnya. Terkait kelangsungan gladen, ia juga mengakui apabila memungkinkan Dinas Kominfo diminta dapat melanjutkan kelas pada Tahun anggaran mendatang.
BACA JUGA:  Brotherhood Meriahkan Tradisi Ruwat Rambut Gembel di Telaga Cebong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.