Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif

WONOSOBOZONE – Pemerintah Kabupaten Wonosobo, melalui Dinas Kesehatan Wonosobo bersama instansi terkait, seperti Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi, terus mendorong agar Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP) bisa berjalan di tiap institusi, baik negeri maupun swasta. Hal ini disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Fisik Prasarana Kabupaten Wonosobo, Sigit Sukarsana, saat membuka sosialisasi GP2SP di hadapan puluhan pengusaha, asosiasi tenaga kerja, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, BUMD dan dunia perbankan, Kamis, 12 Mei di Resto Ongklok.
Menurutnya GP2SP merupakan gerakan positif, yang mana gerakan ini merupakan upaya dari pemerintah, masyarakat maupun  pengusaha untuk menggalang kesadaran dan peran, guna meningkatkan kepedulian dalam upaya memperbaiki kesehatan pekerja perempuan sehingga dapat meningkatkan produktivitas pekerja perempuan.
Dalam berbagai segi, pekerja perempuan memiliki beberapa keunggulan dibanding pria, namun di sisi lain, pekerja perempuan juga memiliki kelemahan dan kekurangan, terutama berkaitan dengan struktur biologis dan psikologis. Meski perlindungan hak bagi tenaga kerja perempuan secara umum telah diatur dalam Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, namun pekerja perempuan harus menghadapi tantangan dunia kerja, tidak hanya secara budaya saja, tetapi juga secara fisik.
Adanya GP2SP ini, menurut Sigit, merupakan upaya bersama yang berkesinambungan, baik dari Pemerintah, Pengusaha, Pekerja dan Masyarakat untuk berperan serta gua meningkatkan kepedulian dalam upaya memperbaiki kesehatan dan status gizi pekerja perempuan, untuk mencapai produktivitas kerja yang lebih optimal.
Agar gerakan ini sukses, perlu adanya komitmen antar instansi terkait dan semua pemangku kepentingan, selain para pengusaha perlu terus didorong, untuk melaksanakan GP2SP, dalam upaya meningkatkan kesehatan pekerja perempuan agar mereka tetap sehat dan produktif. Selaras hal ini, pemberdayaan pekerja untuk berperan aktif dalam progran GP2SP juga harus terus ditingkatkan, sehingga ada keselarasan dan kesinambungan program.
Sigit berharap terbentuknya tim GP2SP di Kabupaten Wonosobo, utamanya di perusahaan-perusahaan swasta, bisa menciptakan upaya kesehatan kerja, yang ditujukan untuk melindungi pekerja, agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan, khususnya perlindungan kesehatan kelompok pekerja rentan, dalam hal ini kaum pekerja perempuan di Kabupaten Wonosobo.
Menurut Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Agus Riyanto, tenaga kerja perempuan berhak mendapatkan layanan kesehatan dasar berupa pelayanan kesehatan, pemeriksaan, penyuluhan dan pengobatan, yang diberikan di tiap puskesmas yang ada di tiap wilayah perusahaan bersangkutan dan bisa dirujuk ke rumah sakit.
Sedangkan Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan UPKBM Bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Suherni Riyati, mengemukakan, pihaknya akan terus melakukan upaya promotif dan preventif ke tiap instansi dan perusahaan untuk memberikan layanan kesehatan, diantaranya dengan memberikan vitamin bagi pekerja perempuan.
Adapun bentuk GP2SP yang bisa dilakukan perusahaan, diantaranya dengan membuat pojok lactasi atau pojok ASI bagi pekerja perempuan menyusui serta pembuatan menu sehat makanan pekerja dan pemberian makanan tambahan. Selain dengan mendirikan pos unit kesehatan kerja dan klinik pemeriksaaan.
Sementara Kepala Seksi Pembinaan Ketenagakerjaan, Hubungan Industrial dan Pengawasan Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo, Sudiman, menyampaikan perlunya perusahaan memperhatikan pengaturan hak pekerja perempuan yang bekerja malam, seperti yang diatur dalam UU Nomor 13 tahun 2003 dan KEPMENAKER Nomor 224/MEN/2003. Dalam regulasi ini diatur, bahwa perusahaan yang mempekerjakan pekerja perempuan antara pukul 23.00 sampai 07.00, harus menyediakan makan dan minum bergizi minimal 1400 kalori dan tidak bisa diganti dengan uang.
Sedang untuk keamanan dan kesusilaan, perusahaan wajib menyediakan petugas keamanan, WC atau Kamar Mandi yang layak dengan penerangan baik dan terpisah dengan WC atau Kamar Mandi laki-laki, serta penyediaan antar jemput yang disediakan antara pukul 23.00  05.00.
Eni Widiastui dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menambahkan, secara umum ruang lingkup kegiatan GP2SP di tempat kerja adalah peningkatan status gizi pekerja perempuan, berupa pemeriksaan kesehatan berkala termasuk tekanan darah, pemberian obat gizi seperti tablet tambah darah yang berisi zat besi dan pemenuhan kecukupan gizi selama waktu kerja berupa peningakatan menu makanan.
Kemudian pelayanan kesehatan reproduksi, baik sebelum hamil melalui konseling IMS dan pelayanan KB, selama hamil dengan melakukan pemeriksaan kehamilan, saat bersalin melakukan konseling gizi ibu menyusui dan ASI ekslusif, jaminan persalinan serta saat nifas, dengan melakukan pelayanan KB pasca persalinan dan pemberian ASI ekslusif, termasuk peningkatan pemberian ASI selama waktu kerja di tempat kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here