Gerakan Peduli Kebersihan Alun- Alun dan Pengumpulan Donasi Kaum Difabel

WONOSOBOZONE – Sebagai bagian dari Festival Merdeka untuk Kemanusiaan dan Wonosobo Berkelanjutan, Pemkab menggelar Gerakan Peduli Alun-alun Bersih dan PNS berbagi kursi roda. Dalam sambutanya, Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan terhadap kebersihan lingkungan sekitar, dengan budaya bersih dan buang kelola sampah. Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati ini, diawali dengan apel bersama karyawan, baik PNS maupun BUMD dan perbankan, dilanjutkan jalan sehat dan memungut sampah di seputaran Alun-alun Wonosobo, serta pengumpulan donasi untuk kaum difabel, yang hasil pengumpulannya akan diwujudkan berupa kursi roda yang rencananya akan diserahkan tanggal 17 Agustus mendatang.
Kegiatan ini menurutnya, menunjukkan adanya kepedulian semua pihak, akan keberadaan area kawasan alun-alun, sebagai salah satu ruang publik yang memiliki arti penting bagi terciptanya kenyamanan, ketertiban, keindahan dan kebersihan kota.
Di sisi lain, kegiatan ini juga sebagai upaya Pemerintah Kabupaten, dalam melestarikan lingkungan hidup di Wonosobo, melalui budaya ramah lingkungan, seperti penghematan penggunaan listrik dan air, menanam dan memelihara pohon, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, serta menerapkan konsep mengurangi, memanfaatkan kembali dan mendaur ulang dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Termasuk dalam pengolahan lahan, yang juga harus mempertimbangkan kelestarian dan mempertahankan kualitas tanah sehingga produksi tetap terjaga namun ketersedian air tetap lestari, lanjutnya.
Terkait gerakan PNS Berbagi Kursi Roda, Eko sampaikan apresiasi mendalam. Hal ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 4 tahun 1997 tentang penyandang cacat, dan Peraturan Pemerintah nomor 43 tahun 1998 tentang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial (UPKS) bagi Penyandang Cacat, yang mengamanatkan, bahwa pemerintah dan masyarakat mempunyai tanggung jawab yang sama dalam melakukan pembinaan demi kesejahteraan penyandang cacat.
Disamping itu, kegiatan berbagi kursi roda juga menunjukkan, adanya kepedulian dari seluruh elemen masyarakat, akan keberadaan para penyandang disabilitas di sekitarnya. Ditegaskan Bupati, pemberian bantuan kursi roda ini, merupakan upaya dalam memberikan ruang lebih kepada para difabel untuk beraktifitas lebih banyak, dan menjadikan motivasi kepada mereka, bahwa cacat bukan halangan untuk berkarya dan berdayaguna, demi menyongsong hari esok yang lebih baik.
Menurut data yang tercatat di PKH, kebutuhan dana untuk penggalangan kursi roda ini sebesar 487 juta 100 ribu rupiah yang akan dibagikan kepada 400 penerima. Sedangkan dana sementara yang terkumpul sebesar 44 juta 804 ribu 300 rupiah dan baru 73 kursi roda. Sementara dalam kegiatan penggalangan donasi kali ini, baru terkumpul sejumlah 2 juta 45 ribu. Adapun asumsi satu kursi roda  senilai 1 juta 250 ribu, sehingga diharapkan Bupati, para dermawan bisa meluangkan rizkinya untuk dapat membantu mensukseskan program Wonosobo berbagi kursi roda ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here