Gerakan Bangga Bela Beli Diluncurkan, Pegawai Wajib Pakai Batik Khas Wonosobo

Foto: harlinlin.wordpress.com
WONOSOBOZONE – Penjabat Bupati
Satriyo Hidayat, mengeluarkan imbauan untuk seluruh pegawai di lingkup Pemkab
untuk mulai menggunakan produk-produk lokal khas Wonosobo. Imbauan tersebut,
dikatakan Satriyo menjadi bagian dari gerakan bangga, bela, beli Wonosobo yang
ditujukan untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah. Ketika ditemui
di Kantor Bupati Jumat (22/1), Satriyo menyebut bahwa gerakan bangga bela beli
produk Wonosobo memerlukan komitmen kuat dari semua pihak. “Tak hanya untuk
pegawai, imbauan juga saya sampaikan kepada lingkup pendidikan termasuk para
guru dan siswa untuk secara periodik bersedia mengenakan seragam batik khas
Wonosobo,” terang Satriyo.
Tak hanya seragam
batik khas, dalam imbauannya Pj Bupati juga menyebut bahwa para pegawai perlu
untuk merubah kebiasaan dalam hal penyajian makanan maupun minuman untuk
konsumsi rapat dan pertemuan di lingkup Pemkab. “Untuk keperluan konsumsi
rapat, saya minta jajaran birokrasi mulai memprioritaskan makanan dan minuman
khas Wonosobo, seperti tempe kemul, sirup carica, hingga Mie Ongklok,” lanjut
Satriyo. Dalam penggunaan perlengkapan kantor seperti tempat tisu, tempat
sampah hingga souvenir untuk tamu, Pj Bupati juga meminta agar digunakan
produk-produk hasil dari perajin lokal Wonosobo. “Pun demikian untuk
kegiatan-kegiatan outbound sampai praktek lapangan dan acara wisata pendidikan
untuk para pelajar, kami mengimbau untuk lebih mengutamakan ke objek wisata di
Wonosobo,” tegasnya.
Demi menyebarluaskan
imbauan untuk gerakan Bangga Bela Beli Produk Wonosobo, Satriyo mengaku telah
mengirim surat edaran untuk seluruh Kepala SKPD di lingkup Pemkab, sampai
kepada instansi vertikal, BUMN dan BUMD serta perusahaan swasta yang berkantor
di Wonosobo. Dengan keluarnya surat edaran berisi imbauan tersebut, Satriyo
meyakini sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Wonosobo akan semakin
bergairah, serta meningkatkan derajat kesejahteran para pengusaha lokal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here