Gathering Wonosobo Rock Community ( WRC ) Berlangsung Seru

WONOSOBOZONE – Wonosobo Rock Community (WRC), komunitas musik penggemar rock, kembali menggelar acara. Kali ini, acara copy darat bertajuk  “Gathering Keluarga Besar WRC”. Acara ini di-host oleh Humas WRC Akhmad Baehaki (Haqqie el Anshary), bersama Astin Meiningsih dan Fahmi Hidayat, di Krishna Resto Garden Wonosobo.
Acara dihadiri sekitar 100  orang anggota dan simpatisan WRC. Dengan konsep santai dan menghibur, acara ini merupakan ajang ramah tamah, sharing ide dan merencanakan langkah ke depan. Tidak lupa, gathering juga diramaikan dengan performance akustik dari anggota WRC.
Salah satu isu yang dibahas adalah review program WRC yang sudah dilaksanakan, yang masih tertunda dan program WRC tahun 2016. Antara lain,  adalah merealisasikan serah terima Pos Kesiapsiagaan bencana di Desa Sijemblung, Banjarnegara, yang menjadi korban bencana alam gempa bumi tahun 2014 lalu.
Menurut Ketua WRC Choirul Hidayat, yg akrab disapa Irul, pos itu terwujud lewat aksi WRC yang mengadakan konser Rock for Humanity, dan bisa menggalang donasi dari para simpatisan. “Sebagai bagian dari masyarakat, WRC akan terus melanjutkan aksi sosial seperti ini, sesuai kemampuan kami, dan menjalin kerjasama/komunikasi dengan penggiat seni, budaya dan kemanusiaan di Wonosobo.”
Gathering kali ini juga sekaligus merupakan persiapan untuk penyegaran kepengurusan WRC. Sesuai programnya, WRC melakukan  penyegaran kepengruusan komunitas ini setiap dua tahun, dan serah terima kepada kepengurusan baru akan dilakukan pada tanggal 22 Juni 2016 bertepatan dengan HUT ke-2 WRC, sekaligus pada acara “Ngabuburock” di halaman Masjid Al-Manshur Wonosobo.
Ngabuburock juga bagian dari program WRC untuk dekat dengan masyarakat.
Penyegaran kepengurusan juga akan melibatkan beberapa orang untuk lebih memperkuat komunitas ini dalam aksi “music” maupun “off-music”.
Mengenai aksi dan rencana kegiatan, Irul menambahkan bahwa WRC ingin lebih memberi kemanfaatan kepada masyarakat. Misalnya, lewat program sederhana untuk memberikan pendidikan musik kepada para pelajar. “Kami sedang merancang program ini, dan diharapkan bisa segera terealisasi. Banyak waktu luang pelajar yang bisa dipakai untuk belajar seni, termasuk musik. Kami di WRC banyak talenta yang bisa membantu pihak sekolah, OSIS dan siswa”.
Penasehat WRC Edy Riyanto dan Nur Cholis (populer dengan nama Papi Julio) pada sambutan menutup acara mengajak kepada semua anggota, simpatisan dan keluarga besar WRC untuk bisa lebih aktif lagi dalam berbagai aksi. Juga, mengingat WRC sudah banyak terlibat dalam berbagai kegiatan, diharapkan ke depan bisa meneruskan sinergi dan kemitraan dengan berbagai elemen, untuk menggiatkan pembangunan seni budaya dan kemasyarakatan di Wonosobo.
Acara diakhiri dengan perform akustik secara bergantian oleh anggota WRC.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here