Garung Lor Longsor Lagi, 24 KK Terancam

WONOSOBOZONE – Musibah tanah longsor kembali terjadi di Desa Garung Lor, Kecamatan Sukoharjo. Setelah beberapa waktu lalu tanah longsor memaksa ratusan warga mengungsi, kejadian pada Kamis (19/3) lalu pun membuat 3 kepala keluarga di Dusun Kletek, terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk sementara. 
Dari keterangan Kepala Desa Garung Lor, Fahmi Sahab saat ditemui di sela penyerahan bantuan bagi korban longsor, Sabtu (21/3), longsor yang menimpa 3 rumah tersebut berawal dari hujan deras yang mengguyur sepanjang Kamis siang. Derasnya hujan membuat penahan tebing sepanjang 40 meter dan tinggi 7 meter tak kuat menahan gerakan tanah. Akibatnya, 3 milik Winoto (40), Isyanto ( 55 ), dan Edi Purnomo (50) rusak berat. Kerusakan terparah dialami Isyanto, di mana longsor menimpa ruang kamar mandi dan dapur, sehingga kini tak lagi bisa digunakan. Selain ketiga rumah tersebut, Fahmi menyebut 24 rumah lain di sekitarnya juga sangat rawan tertimpa longsor. Pihak Pemerintah Desa Garung Lor, dikatakan Fahmi telah melaporkan kejadian tersebut kepada Camat dan seluruh unsur Muspika Sukoharjo. Diharapkan, adanya laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan bantuan pembangunan senderan pengaman, sehingga ancaman longsor bisa ditanggulangi. Untuk sementara waktu, Fahmi mengaku telah memberikan himbauan kepada ketiga KK yang rumahnya rusak untuk mengungsi di rumah kerabat mereka. Warga Kletek pun, menurut Fahmi telah menerima himbauan serupa dari Camat dan Muspika Sukoharjo agar mewaspadai kondisi yang terjadi, termasuk kesiapan mereka mengungsi setiap saat.
Himbauan serupa juga disampaikan Kepala Dinas Sosial, Agus Purnomo. Agus yang hadir dalam rangka memberikan bantuan berupa alas tidur dan beberapa makanan penunjang kebutuhan harian, meminta warga Dusun Kletek bersiaga jika sewaktu-waktu hujan dengan intensitas tinghi turun. Agus juga meminta setiap KK menyiapkan kentongan di depan rumah, agar setiap saat datang situasi darurat, kentongan bisa dibunyikan dan warga lain segera mengetahuinya. Kejadian longsor berulang di Desa Garung Lor, menurut Agus juga selayaknya disikapi dengan antisipasi dari warga. “Selain perlunya pembuatan tanggul yang lebih kuat untuk menahan tebing, warga seharusnya bersedia menanam lebih banyak lagi jenis tanaman keras” harap Agus sebelum meninggalkan Garung Lor.

lintasme.init(‘right’); // options : left, top, bottom, right

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here