Gairah Pendidikan di Watumalang Sangat Rendah

WONOSOBOZONE – Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016, di Kecamatan Watumalang
menjadi ajang refleksi mengenai sejauh mana keberhasilan program wajib belajar
9 tahun. Kepala UPT Dinas Dikbudpora Kecamatan Watumalang,
Suratman, mengatakan, gerakan wajib belajar sembilan tahun terbilang sudah
sukses, namun masih menyisakan problem, karena setelah
yang wajib sudah terlaksana, seakan kewajiban belajar sudah selesai dan
tidak perlu  lagi melanjutkan ke jenjang SMA apalagi perguruan
tinggi. “Padahal, setelah SMA melanjutkan ke jenjang yang lebih
tinggi sangat penting, karena melanjutkan ke PT ada pintu gerbang menuju
kesuksesan,” tutur Suratman disela-sela peringatan Hari Pendidikan Nasional
(Hardiknas) di halaman SMPN I Watumalang, Senin (2/5).
Demi mengatasi  permasalahan
tersebut, Suratman meminta para guru, orang tua dan komite sekolah untuk memberikan
motivasi kepada lulusan SMA untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Sebab,
dengan melanjutkan maka akan bertambah ilmu pengetahuannya. “Momentum
Hardiknas ini, kita jadikan sebagai upaya untuk mendorong anak-anak di
Watumalang untuk mengenyam pendidikan se tinggi-tingginya, karena pendidikan
adalah kunci utama untuk merubah peradaban,” tegasnya.
Para
pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK di Watumalang menurut
Suratman juga harus lebih giat dalam belajar. Karena, dengan giat belajar mereka akan lebih dekat kepada prestasi, dan
dengan prestasi tersebut, kemungkinan untuk bisa mengakses bangku perguruan
tinggi tanpa biaya akan terbuka lebih lebar. “Artinya ketika bisa
mendapatkan prestasi yang bagus, bisa kuliah secara gratis, melalui program
beasiswa, sepertihalnya Bidikmisi dan sebagainya,” jelasnya.

Senada dengan Suratman, Camat Watumalang Bambang Sutarno juga menyampaikan,
pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Untuk itu, perlu mendorong insan pendidikan agar memiliki pengatahuan yang luas,
supaya bisa memajukan daerahnya. “Tasyakuran peringatan
hardiknas ini merupakan salah satu upaya mensyukuri nikmat agar ke
depan pendidikan di Kecamatan Watumalang semakin maju,”
jelasnya. Menurut Bambang, pendidikan adalah upaya untuk mengentaskan kemiskinan,
kebodohan, dan keterbelakangan dengan ilmu menjadi indah. “Salah satu
upaya untuk mengentaskan kemiskinan adalah melalui pendidikan,” tandas Bambang. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here