Gadis Paralayang berdarah Wonosobo

WONOSOBOZONE – Paralayang merupakan salah satu cabang olah raga yang dapat memacu adrenaline dan menantang. Namun justru itulah yang membuat Eka Nesti Wulansari menggemari olahraga paralayang sejak dua tahun terakhir.
Gadis yang akrab dengan sapaan Nesti ini merupakan satu-satu nya atlet atau pilot paralayang yang masih memiliki darah Wonosobo yaitu Lamuk Kecamatan Kaliwiro. Dengan gagah berani namun tidak menghilangkan kefeminimannya sebagai seoran perempuan, Ia terlihat lincah meliyak liyukkan paralayang saat acara parade paralayang se Jateng – DIY yang diadakan di Desa Lengkong Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo (31/5).
Saat diwawancarai oleh wonosobozone.com, Gadis yang lahir 30 Januari 22 tahun silam ini mengatakan bahwa ada tantangan tersendiri dalam bermain paralayang. Nesti juga menceritakan pengalaman pertamanya bermain paralayang di parang tritis hingga pengalaman paling menantang di Wonogiri.
Berawal dari coba-coba dan akhirnya serius menekuni dalam dunia olah raga paralayang, Nesti kemudian belajar paralayang di Solo dan Semarang. Tercatat sudah ratusan kali penerbangan yang ia lakukan.
Menurutnya Wonosobo merupakan tempat yang memiliki spot paralayang yang bagus dan sejuk sehingga ia berharap nantinya akan muncul pilot-pilot paralayang lokal yang handal.
Saat ini Nesti sedang menjalani sebagai Mahasiswi semester 8 Universitas Negeri Semarang (UNES) dengan jurusan Ilmu Keolahragaan. apr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here