FKDM Diminta Aktif Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Bencana Alam

WONOSOBOZONE – Peran Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) ternyata cukup luas. Tak hanya di lingkup upaya antisipasi terhadap potensi-potensi gangguan Kamtibmas semata, forum yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri  Nomor 12 Tahun 2006 tersebut juga dapat berpartisipasi aktif dalam penanggulangan bencana alam, khususnya di wilayah yang memang memiliki kerawanan tinggi seperti di Kabupaten Wonosobo. Keberadaan FKDM yang terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Camat beserta Muspika, Kades / Kalur dan Sekretarisnya, hingga tokoh-tokoh agama maupun tokoh masyarakat dinilai akan lebih efektif bergerak di tengah masyarakat, khususnya ketika diperlukan upaya-upaya antisipasi kerawanan bencana atau bahkan ketika sudah terjadi bencana alam.
Optimisme terkait peran dalam upaya penanggulangan bencana, kerawanan sosial dan gangguan kamtibmas ini, diungkapkan Ketua FKDM Kabupaten Wonosobo, Ahmad Zuhdi, di depan peserta Rakor Koordinasi FKDM di Aula Kecamatan Selomerto, Rabu, 19 Oktober. Menurut Zuhdi, terbentuknya FKDM di setiap Kecamatan hingga desa harus dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menciptakan situasi kondusif di lingkungan masing-masing. Pemahaman sebagian pihak bahwa FKDM hanya berkutat dalam upaya pencegahan tindak-tindak kriminal maupun potensi anarkis, seperti terorisme, narkoba maupun penyakit-penyakit masyarakat sudah selayaknya diperluas, demi meningkatkan perannya membantu pemerintah menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di tengah masyarakat.
Pendapat Zuhdi tersebut didukung penuh Wakil Bupati Wonosobo, Agus Suagiyo, yang bersama Camat Selomerto, Supratman, didampingi Kapolsek dan Danramil Selomerto serta Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Wonosobo, Didiek Wibawanto, ikut menjadi narasumber sarasehan. 
Bahkan Wakil Bupati secara tegas meminta agar para Kades beserta perangkat mulai memikirkan upaya-upaya untuk memperluas peran FKDM, termasuk dalam upaya menangani pekerjaan rumah yang masih dihadapi Pemkab Wonosobo, seperti angka kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah, angka rata-rata partisipasi usia pendidikan yang masih di angka 6,11 serta adanya Early Warning System di tiap-tiap titik kerawanan bencana.
Di sisi lain, menurut Wabup, dihadapan hampir seluruh Kepala Desa dan Kelurahan beserta tokoh agama dan masyarakat se-Kecamatan Selomerto ini, kegiatan sejenis juga sangat penting, dalam upaya memantapkan jiwa persatuan dan kesatuan segenap elemen masyarakat dalam berbangsa, bernegara serta bermasyarakat. Sehingga gejolak sosial dan konflik-konflik kekerasan yang mengarah pada disintegrasi bangsa dapat diminimalkan, melalui pemantapan sistem kewaspadaan dini. Dari sistem ini sendiri, banyak hal yang bisa dilakukan, sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi dampak negatif, utamanya terkait adanya bencana, pergerakan penduduk, dan sistem pengamanan wilayah.
Terkait sistem peringatan dini atau Early Warning System, Wabup berungkali menegaskan, bahwa sistem ini sangat perlu diterapkan, untuk memberitahukan akan timbulnya kejadian alam, dapat berupa bencana maupun tanda-tanda alam lainnya. Peringatan dini pada masyarakat atas bencana merupakan tindakan memberikan informasi dengan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat. Harapannya adalah agar masyarakat dapat merespon informasi tersebut dengan cepat dan tepat. Kesigapan dan kecepatan reaksi masyarakat diperlukan karena waktu yang sempit dari saat dikeluarkannya informasi dengan saat dugaan datangnya bencana. 
Kondisi kritis, waktu sempit, bencana besar dan penyelamatan penduduk merupakan faktor-faktor yang membutuhkan peringatan dini. Semakin dini informasi yang disampaikan, semakin longgar pula waktu bagi penduduk untuk meresponnya. Oleh karenanya, Wabup sangat berharap kepada pihak terkait untuk mulai memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi rawan bencana.
Senada, Camat Selomerto, Supratman, meminta kepada para Kades dan Kalur agar mulai merinci keperluan apa saja yang diperlukan di tiap desa, utamanya dalam mengantisipasi masih tingginya curah hujan yang turun, sehingga jika sewaktu-waktu ada bencana, seperti longsor dan banjir, bisa segera ditangani, meskipun diharapkan hal ini bisa dicegah, melalui peningkatan sistem kewaspadaan dini masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here