Festival Sindoro Sumbing Digelar Di Pagerejo

WONOSOBOZONE – Pemerintah Kabupaten Wonosobo bakal menghelat even prestisius berskala Nasional pada medio bulan Juni mendatang.

Even bertajuk Festival Sindoro Sumbing tersebut direncanakan akan mengintegrasikan tak kurang dari 14 kegiatan bertema seni dan budaya tradisional khas Wonosobo.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, One Andang Wardoyo mengungkap perihal rencana perhelatan festival Sindoro Sumbing tersebut dalam acara sosialisasi ke sejumlah OPD dan pemangku kepentingan terkait di Aula Dinas Pariwisata, Rabu (20/2).

Menurutnya, Festival Sindoro Sumbing merupakan hasil kolaborasi pihaknya dengan Platform Indonesiana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Prosesnya tidak mudah untuk bisa menggelar festival ini karena melalui proses seleksi dan bersaing dengan daerah-daerah lain di Indonesia selama 2 Tahun terakhir,” tutur Andang.

Festival Sindoro Sumbing, dijelaskan Andang merupakan sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk mengangkat sektor pariwisata lokal agar mampu bersaing di kancah global sehingga juga akan berimbas positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Tak hanya pemerintah daerah, festival tersebut disebut Andang juga bakal melibatkan komunitas-komunitas yang memiliki peran dalam pengembangan seni dan budaya.

Pihaknya merencanakan untuk menggelar tak kurang dari 14 even kegiatan dalam masa festival sindoro sumbing yang akan dipusatkan di lapangan desa Pagerejo, Kecamatan Kertek tersebut.

“Desa Pagerejo kami pilih karena lokasinya berada di lereng Gunung Sindoro dan memiliki daya tarik berupa pesona bentang alamnya yang menawan,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menyebut Desa Pagerejo memiliki potensi wisata cagar budaya yang pada saatnya nanti akan dapat menjadi salah satu keunggulan bagi pariwisata Kabupaten Wonosobo.

Sejumlah atraksi seperti balon udara tradisional, gelar pertunjukan music rock, pentas tari 5000 topeng lengger, hingga festival Ting dan olimpiade Nasional dan kemudian berlanjut dengan prosesi rutin tahunan Hari Jadi Wonosobo seperti bedhol kedhaton dan Pisowanan Agung disebut Andang bakal masuk dalam rangkaian festival Sindoro Sumbing.

BACA JUGA:  Bahayakan Pengguna Jalan, Patung Garuda Akan Segera Direnovasi

“Manfaat dari FSS nantinya kita harapkan juga mampu meningkatkan kreatifitas dan kualitas kebudayaan daerah, menciptakan indentitas budaya daerah, serta meningkatkan pemanfaatan budaya untuk pendidikan dan pariwisata,” bebernya.

Menanggapi rencana gelaran festival Sindoro Sumbing, Asisten Sekda Bidang Pembangunan, Sumaedi mengaku sangat optimis nantinya even berskala Nasional tersebut bakal mampu mendorong sector pariwisata Wonosobo naik ke level yang lebih tinggi.

“Bagi wisatawan, even-even yang sudah terjadwal dengan rapi juga akan lebih memudahkan mereka untuk menentukan waktu kunjungan, termasuk berapa hari akan tinggal di Wonosobo,” ungkap Sumaedi.

Kepada para pihak yang nantinya akan terlibat dalam FSS, ia berharap agar benar-benar mempersiapkan diri, khususnya Desa Pagerejo sebagai tuan rumah.

“Kemungkinan akan banyak juga rumah warga yang digunakan untuk penginapan para wisatawan, sehingga diperlukan pembenahan agar lebih layak dan memberikan kesan positif bagi siapapun tamu yang datang,” jelasnya.

Dalam hal keramahan tuan rumah, Sumaedi juga menegaskan pentingnya warga masyarakat setempat untuk membudayakan sikap welcome terhadap tamu dan menunjukkan bahwa mereka siap menyambut setiap pengunjung dengan kesantunan dan menjamin kenyamanannya.

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.