Festival Merdeka untuk Kemanusiaan dan Wonosobo Berkelanjutan

WONOSOBOZONE – Beragam kegiatan akan meriahkan Festival Merdeka untuk Kemanusiaan dan Wonosobo Berkelanjutan, yang rencananya akan digelar mulai Kamis, 11 Agustus sampai Sabtu, 13 Agustus 2016. Menurut Ketua Panitia, Fahmi Hidayat, di kantornya, Jumat, 5 Agustus, festival ini merupakan gagasan orisinil warga dan komunitas, yang didukung Pemerintah Kabupaten. Festival ini bertujuan untuk membangun kepedulian bersama bagi Wonosobo yang berkelanjutan, berlandaskan nilai kemanusiaan. Melalui festival ini diharapkan tumbuh ruang dialog, ide dan kreasi serta kemitraan bersama untuk membangun Wonosobo yang berkelanjutan, demi kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini juga sekaligus sebagai refleksi peringatan Hari Jadi ke-191 Kabupaten Wonosobo dan peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI tahun 2016, yang mana sangat diperlukan wahana untuk mensinergikan visi Wonosobo yang bersatu untuk maju, mandiri dan sejahtera untuk semua ke dalam semua aksi dan program baik Pemerintah maupun masyarakat, termasuk di dalamnya dengan menempatkan nilai kemanusiaan (humanity) dan keberlanjutan (sustainability) sebagai pilar pembangunan dan tata kelola pemerintahan.
Di sisi lain, refleksi tentang kemanusiaan dan berkelanjutan ini relevan dalam perjalanan Kabupaten Wonosobo, apalagi di tahun 2016 ini, Wonosobo sudah menetapkan Peraturan Daerah tentang Wonosobo Ramah HAM, yang menjadi panduan untuk tata kelola pemerintahan yang berperspektif HAM. Perda ini, selain menjadi landasan untuk penghormatan, pemenuhan, perlindungan, penegakan dan pemajuan HAM di Wonosobo, juga menjadi arahan untuk Wonosobo yang berkelanjutan.
Atas dasar pemikiran ini, dan sesuai dengan tema Hari Jadi Kabupaten Wonosobo 2016, Entaskan kemiskinan, kelola potensi, maka Pemkab Wonosobo bersama beberapa elemen masyarakat sipil, NGO, komunitas, swasta dan dunia usaha, secara sinergis menggelar festival ini, sehingga diharapkan mereka bisa memberikan kontribusi nyata terhadap kegiatan, sekaligus sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Wonosobo Berkelanjutan.
Fahmi menambahkan, Festival Merdeka untuk Kemanusiaan dan Wonosobo Berkelanjutan juga dirancang untuk melibatkan sebanyak mungkin komunitas dan elemen-elemen publik. Kegiatan ini sangat terbuka bagi dunia usaha untuk ikut berperan dalam event ini, mengingat isu keberlanjutan juga strategis bagi ekonomi dan dunia usaha.
Beberapa kegiatan yang digelar antara lain workshop pengarusutamaan hak asasi manusia bagi guru dan siswa  dengan tema memperkuat pendidikan dan pengajaran berperspektif HAM, diskusi dan literasi keuangan bersama OJK bertema menggagas keuangan berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat, parade seni untuk kemanusiaan, diskusi publik bertema bisnis hiburan dan dampak sosialnya, menimbang bisnis hiburan dari perspektif perlindungan hak anak dan panggung seni budaya lintas agama.
Selain itu digelar gerakan peduli alun-alun bersih dan PNS berbagi kursi roda, diskusi panel  bertema sekolah inklusi Wonosobo, mendorong persamaan hak dalam pendidikan, lomba melukis  bertema Wonosobo Impian, dan panggung Music for Humanity bersama Wonosobo Rock Community.
Acara lainnya adalah rembug warga bertema kemitraan bersama untuk tata kota wonosobo berkelanjutan, rembug komunitas untuk Wonosobo Berkelanjutan, dan panggung aksi untuk kemanusiaan dan Wonosobo berkelanjutan yang diisi dengan penyerahan Community Award dan piagam komunitas untuk Wonosobo Berkelanjutan.
Sedangkan untuk lebih memeriahkan festival juga digelar lomba Vlog bertema apa kata warga tentang Wonosobo saat ini, mini expo dan Bazaar Kemanusiaan untuk Wonosobo Berkelanjutan, pameran foto bertema Wonosobo dalam Lintasan Waktu Kemanusiaan dan Keberlanjutan serta lomba ekonomi kreatif bertema Lomba Cipta Souvenir Khas Wonosobo dari Bahan Daur Ulang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here