Festival Kesenian Tradisional Hibur Masyarakat Wonosobo

WONOSOBOZONE – Sedikitnya 63 kelompok kesenian tradisional yang ada di Wonosobo ikut memeriahkan festival kesenian tradisional yang digelar Kantor Pariwisata, Seni dan Ekonomi Kreatif, Sabtu, 14 November.
Penjabat Bupati Wonosobo, Satriyo Hidayat, yang datang untuk melihat langsung festival bersama keluarga, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pelaku seni budaya di Wonosobo yang telah berhasil menggelar festival yang mendapat antusias cukup besar dari warga Wonosobo, sembari berharap acara semacam ini mampu membawa nuansa baru bagi dunia kesenian dan kebudayaan, khususnya di Wonosobo.
Di sela pelepasan kelompok kesenian tradisional di panggung utama yang berada di Jl.Merdeka, Satriyo berharap kegiatan ini bisa jadi salah satu upaya untuk merangsang generasi muda, agar mengenal dan mencintai kesenian daerah dan kesenian tradisional yang telah dimiliki sejak lama, sebab bagaimana mungkin mereka akan mengenal dan mencintai kesenian tradisional, jika tidak dikenalkan dan dipupuk setiap saat. Sudah seharusnya generasi penerus dan masyarakat Wonosobo secara luas bangga dengan seni tradisional yang dimiliki, karena kesenian tradisional saat ini juga dicintai bahkan digandrungi oleh masyarakat dunia.
Dan yang tidak bisa dipungkiri menurut Penjabat Bupati, yang mengaku baru kali ini bisa menikmati langsung kesenian budaya asli Wonosobo dari dekat, seni tradisional merupakan bagian dari sejarah yang harus dilestarikan dan kalau bisa, justru haru dikembangkan dengan tidak meninggalkan kekhasan dan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Seni-seni modern yang diciptakan saat ini, sedikit banyak memiliki dasar pemikiran dan transformasi nilai yang berasal dari seni-seni tradisional ciptaan para seniman terdahulu.
Sementara Kepala Kantor Pariwisata, Seni dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo, Agus Purnomo, menyampaikan, festival yang direncanakan akan digelar rutin tiap tahunnya ini, diikuti oleh 63 kelompok kesenian tradisional, yang mana tiap kelompok maksimal 25 orang baik penari maupun pengiring, dengan tampilan bebas dan tampil di depan panggung utama tidak kurang dari 3 menit. 
Tema yang diambil sendiri “bersatu dalam perbedaan”, dan digelar dengan tujuan untuk merevitalisasi kesenian tradisional sebagai identitas kesenian rakyat Kabupaten Wonosobo, menumbuhkembangkan rasa kebangsaan yang cinta terhadap budaya bangsa sendiri, menciptakan sarana untuk berkreasi dan berapresiasi masyarakat luas serta meningkatkan prestasi bagi para seniman se Kabupaten Wonosobo serta sebagai penunjang promosi pariwisata di Kabupaten Wonosobo serta menjadi daya tarik wisata unutk berkunjung ke Wonosobo.
Peserta berasal dari kelompok kesenian yang telah mendaftar di Kantor Pariwisata, Seni dan Ekonomi Kreatif sejak tanggal 27 Oktober sampai 12 November 2015, dengan kriteria penilaian yang dilakukan oleh 3 juri meliputi 4 aspek, yakni koreografi (gerak dan kreasi), kekompakan (keserasian gerak dan irama), penampilan serta riasbusana dan property yang digunakan. Dari hasil penilaian terpilih juara I, II dan III, harapan I, harapan II, harapan III dan Juara Favorit, masing-masing memperoleh Tropy, piagam penghargaan dan uang pembinaan.
Agus menambahkan, pihaknya tidak asal-asalan dalam menggelar ini, dan agar obyektif dalam memberikan penilaian, pihaknya menggaet juri yang kompeten dan profesional sekaligus pelaku seni yang punya pengalaman panjang di bidang seni budaya, yakni Yoyok Priyambodo dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Sujatmiko dari ISI Solo dan Sih Ngabekti dari Temanggung.
Hal ini terbukti, dengan terhiburnya beberapa warga yang menonton langsung di sepanjang jalan utama kota Wonosobo, mulai dari Perempatan Honggodrepo sampai alun-alun. Seperti yang disampaikan Dwi Pamilu (40), pria asal Munggang yang datang ke alun-alun bersama keluarga mengaku puas dengan penampilan para kelompok seni tersebut, dan berharap acara sejenis bisa kerap muncul, sehingga bisa jadi hiburan alternatif keluarga sekaligus memperkenalkan anak-anak dengan kesenian tradisional khas Wonosobo.
Sementara menurut Kepala Seksi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kantor Pariwisata, Seni dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo, Bambang Triyono, dari hasil penilaian tampil sebagai juara I kelompok Taruna Budaya asal Bumitirto Selomerto dengan skor 995, juara II kelompok Ngesti Laras asal Selokromo Leksono dengan skor 980 dan juara III kelompok Rukun Budi Santosa asal Candiyasan Kertek dengan skor 945.
Sedangkan tampil sebagai juara harapan I kelompok Setyo Langen Budoyo asal Anggrung Godhok Reco dengan skor 915, juara harapan II kelompok Langgeng Budaya asal Kedalon Kalikajar dengan skor 870 dan juara Harapan III kelompok Wahyu Cipto Turangga asal Tegalombo Kalikajar dengan skor 840. Adapun kelompok GPRS Putra Nusantara asal SMA Takhassus Mojotengah tampil sebagai juara favorit.

source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here