FAKTOR KEAMANAN DALAM LATIHAN MENJADI SYARAT UTAMA

WONOSOBOZONE – Saat ini bangsa Indonesia dalam kondisi aman dan terntram.  Walaupuan disebagain wilayah ada permasalahan keamanan akan tetapi secara umum keamanan dan ketertiban masih kondusif.  Kondisi tersebut tidak boleh membuat kita lengah, karena permasalahan bangsa bisa muncul kapan saja. Bangsa – bangsa lain diluar sana menunggu kelemahan kita.  Untuk itu sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat harus selalu meningkatkan pertahanan dan keamanan wilayah dari rongrongan Negara lain.  Kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui menyiapkan angkatan perangnya yang professional, dan tangguh dihadapkan disemua medan pertempuran.
dalam menciptakan prajurit yang professional diperlukan pelatihan yang terus menerus dengan sistem berjenjang dan bertingkat.  Itu dilaksanakan semua ilmu kemiliteran baik fisik maupun kemampuan intelektualnya.   Salah satu pelatihan yang sedang dilaksanakan adalah latihan menembak sejata ringan bertempat di lapangan NV Tambi Sapuran selama 3 hari mulai tanggal 17-19 Nopember 2015 yang ikuti  seluruh anggota militer kodim 0707/Wonosobo dan Minvetcadam IV/Dip.
Kasdim 0707 Mayor Inf Suratman latihan menembak bagi seorang prajurit sudah menjadi hal yang biasa.  Karena senjata merupakan istri pertama bagi seorang tentara.  Mahir sudah barang tentu akan tetapi dalam setiap latihan factor keamanan harus tetap diperhatikan dan menjadi kesusksesan dalam latihan.  Ktia tidak boleh meemehkan dalam latihan menembak. Peluru yang keluar dari senapan tidak bisa kita tarik lagi, oleh sebab itu taati semua aturan yang telah dibuat oleh penyelenggara.
Lebih lanjut mayor Suratman  menyampaikan bahwa anggota Kodim merupakan prajurit – prajurit yang sudah professional hal ini disebabkan  karena telah sekian tahun didik dan dibina di batalyon – batalyon masing – masing sesuai dengan kecabangannya.  Walaupun sudah menjadi tentara yang professional akan tetapi pembinaan terhadap prajurit harus tetap dilaksanakan agar kondisi dan kemahirannya tidak luntur oleh usia dan keadaan.  Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah dengan menyelenggarakan latihan menembak senjata ringan jenis Pistol FN 45 dan SS 1.
Materi menembak bagi seorang prajurit di Kodim merupakan penyegaran saja, sehingga apabila seorang prajurit dipanggil oleh Negara untuk mengamankan bangsa Indonesia selalu dalam keadaan siap sedia.    Dalam setiap latihan menembak diharapkan dijaga faktor keamanan.  Kesalahan kecil saja dalam latihan menembak  bisa  berakibat fatal dan bahkan bisa mengakibatkan nyawa bisa melayang.  Oleh sebab itu  arahan dari pelatih harus dilaksanakan dengan sungguh – sungguh untuk menjaga hal – hal yang tidak diinginkan.
source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here