Eks Paskibra dapat Pembinaan Dandim dan Kapolres


WONOSOBOZONE – Generasi muda harus dibekali pemahaman pentingnya menjaga NKRI dari beragam ancaman yang muncul. Pemkab Wonosobo, melalui Bagian Sosial dan Kesra Setda mengumpulkan 50 pelajar mantan anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) di Pendopo Kabupaten, Kamis (8/9) untuk mendapatkan pembinaan dari Dandim 0707 dan Kapolres Wonosobo.

Kabag Sos dan Kesra Setda, Eko Suryantoro menjelaskan acara yang dibuka Kepala Dinas Pendidikan Budaya Pemuda dan Olahraga tersebut, digelar agar pemuda-pemudi Wonosobo tak kehilangan Nasionalisme.

Sejak zaman Kerajaan Majapahit masih berjaya, hingga masa penjajahan, Indonesia dikatakan Eko selalu berada dalam ancaman Disintegrasi, baik dari dalam atau dari luar Negeri. Hal itu, menurut nya tak lepas dari segala kekayaan alam dan potensi sumber daya yang dimiliki, sehingga membuat banyak pihak ingin menguasai.

“Pelajar, utamanya para mantan Paskibra sebagai generasi teladan mesti paham benar akan bahaya ancaman ini, dan kami berharap nantinya setelah pembinaan, akan mampu menyampaikan kepada teman-teman sekolahnya,” tandas Eko.

Harapan Kabag Sos dan Kesra tersebut selaras dengan paparan yang disampaikan Dandim 0707, Letkol CZI Dwi Hariyono. Menurut Dandim, generasi Wonosobo memang sudah sewajarnya memiliki pemahaman lebih terhadap potensi ancaman disintegrasi, mengingat mereka hidup di era modern nan sarat gemerlap hasil-hasil teknologi.

“Ancaman perpecahan bisa datang dari berbagai macam, termasuk dari teknologi canggih seperti gadget,” ungkap Letkol Dwi.

Para remaja, disebut Dandim biasanya tak menyadari di tangan mereka peralatan canggih bisa menjadi alat yang mengancam kedaulatan Negara.

“Contohnya adalah salah satu game yang banyak digemari, yaitu Pokemon Go, dimana setiap pengguna diminta mengambil foto-foto di lokasi strategis dengan dalih untuk mengumpulkan poin,” jelasnya.

Apabila dituruti, hal tersebut dikatakan Dandim berpotensi menjadi alat bagi pihak asing untuk memetakan Indonesia secara lebih detail, dan digunakan untuk hal-hal yang mendukung kepentingan mereka. Karena itulah, ia secara tegas meminta para pelajar untuk tak memainkan game itu sembarangan.

Permintaan agar para pelajar, khusus nya mantan Paskibra agar tak memanfaatkan teknologi secara serampangan juga disampaikan Kapolres Wonosobo, AKBP Aziz Andriansyah. Aziz yang menyampaikan materi terkait bahaya kenakalan remaja dan narkoba, meminta agar kesadaran terkait perilaku disiplin dan taat terhadap aturan ditanamkan dalam diri masing-masing.

“Jauhi pergaulan tak sehat, yang berpotensi membawa pada seks bebas, narkoba dan aktivitas negatif lain, sehingga membahayakan masa depan,” tegas Kapolres di akhir paparannya.

Source Wonosobokab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here