Ecodistrict Berlanjut, Peran Swasta Dinanti

WONOSOBOZONE – Wonosobo menjadi satu di antara tiga Kota di Indonesia, yang hingga kini masih melanjutkan program kota masa depan berwawasan lingkungan, atau biasa disebut Ecodistrict. Hal ini mendapat apresiasi khusus bagi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, mengingat banyak Kota lain yang akhirnya tak mampu melanjutkan program prestisius itu. Reta Maretha, Kasubbid Pengembangan Infrastruktur Kota Besar dan Kota Baru, Kementerian PUPR menyebut, komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo terhadap program Ecodistrict selayaknya didukung semua pihak, termasuk sektor swasta.
“Wonosobo ini bersama Semarang dan Jogjakarta sejak 2013 merupakan Kota yang semangatnya luar biasa dalam upaya mewujudkan program Ecodistrict,” jelas Reta di acara focus group discussion (FGD) Perumusan perangkat kelembagaan  Manajemen perkotaan Ecodistrict Wonosobo, yang digelar di Pendopo belakang Eks Rumah Dinas Bupati, Selasa (15/11). Program Ecodistrict yang dibawa dari Perancis, menurut Reta seharusnya memang terus berlanjut mengingat dampak yang akan dinikmati warga Kota sangat positif.
“Ecodistrict ini tak hanya berhenti pada penataan jalan atau pembangunan taman Kota semata, melainkan meliputi kawasan permukiman sampai di area yang masuk fasilitas publik seperti Rumah Sakit, Terminal, bahkan hingga ke stasiun kereta,” lanjut Reta. Ia berharap, dengan adanya komitmen kuat dari pemerintah Kabupaten, sektor swasta pun turut berpartisipasi aktif. Keterlibatan pihak swasta menurut Reta sangat penting mengingat kesuksesan ecodistrict nantinya bakal membawa efek berupa masuknya investasi, dan pada akhirnya berimbas pada peningkatan kesejahteraan warga masyarakat di kawasan-kawasan yang menjadi fokus pengembangan.
Keinginan yang sama juga diutarakan Kepala Bappeda, One Andang Wardoyo. Menurut Andang, pihaknya sengaja menghadirkan banyak pihak, termasuk dari kalangan legislatif dan perwakilan Badan Usaha Daerah, agar ada kontribusi sumbang saran dan dukungan terhadap kelanjutan program Ecodistrict. “Melalui FGD ini kami sangat berharap agar semakin banyak lagi pihak yang turut berpartisipasi dalam rangka suksesnya program ecodistrict,” terang Andang. Materi berupa usulan maupun saran dan kirim dari hasil FGD tersebut, menurut Andang akan sangat berguna, mengingat dalam waktu dekat pihaknya juga diundang dalam workshop terkait ecodistrict di Kementerian PUPR RI.
Perlunya kesepahaman terkait perangkat kelembagaan  Manajemen perkotaan Ecodistrict Wonosobo juga disampaikan Frank Mirouge, konsultan ahli Ecodistrict dari Perancis yang selama ini mendampingi Pemkab. Menurut Frank, setidaknya ada 4 hal yang perlu diintegrasikan dalam penataan Kota, yaitu Infrastruktur, Fasilitas publik, program swasta, dan program masyarakat. “Keempatnya harus saling bersinergi agar kelanjutan program ini bisa terwujud sesuai harapan,” tandas Frank.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here