Dulu Tampak Kumuh, Kini Dusun Larangan Berubah Lebih ASRI

WONOSOBOZONE. – Program penataan lingkungan permukiman berbasis komunitas (PLP-BK) di Dusun Larangan, Desa Bomerto, Kecamatan Wonosobo berjalan sukses. Wajah dusun yang semula tampak kumuh, kini terlihat cantik, dengan berbagai perubahan signifikan yang membuat warganya kian nyaman. Sebuah ruang terbuka hijau (RTH) yang cukup representatif di ujung jalan masuk dusun, menjadi salah satu contoh nyata hasil kolaborasi sinergis antara Pemerintah, lembaga swasta dan swadaya masyarakat tersebut. Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Afif Nurhidayat yang meresmikan RTH mungil nan cantik, bersamaan dengan acara kick off Program Kotaku Kota Tanpa Kumuh, Selasa (24/5) mengaku sangat terkesan dengan keberhasilan PLP-BK di Bomerto, dan berharap agar secepatnya desa-desa lain di Wonosobo mengikuti jejak. “Ruang terbuka hijaunya maupun sarana dan prasarana lain yang didukung PLP-BK di dusun Larangan ini bagus sekali, sehingga selayaknya dicontoh oleh desa-desa lainnya demi  mewujudkan permukiman layak dan sesuai standar kesehatan yang lebih merata,” harap Afif.
Suksesnya transformasi wajah Dusun Larangan, yang bersama Desa Sariyoso menjadi Pilot Project PLP-BK sejak 2014 lalu,  dijelaskan Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Ciptakaru dan Kebersihan, Nurudin Ardiyanto, tak dapat dilepaskan dari komitmen warga masyarakat setempat untuk bergerak maju menata lingkungan. “Dana 1 Milyar Rupiah yang digelontorkan melalui program PLP-BK ditimpali dengan komitmen warga untuk secara swadaya mendukung pembenahan sektor-sektor vital seperti sanitas, sarana infrastruktur jalan beserta drainase, sampai pada pembangunan kandang komunal dan tempat pengolahan sampah sementara,” jelas pria yang akrab disapa Adin tersebut. 
Sebagai contoh, Adin menunjukkan anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Ruang Terbuka Hijau nan cantik dan representatif. “Alokasi anggarannya hanya 34 Juta Rupiah, dari jumlah tersebut, keterlibatan swadaya masyarakat mencapai lebih dari 12 Juta Rupiah,” terangnya. Hal itulah, yang menurut Adin layak dijadikan sebagai contoh bagi desa-desa lainnya. Untuk kegiatan lain dalam bingkai PLP-BK, seperti pembangunan kandang komunal, TPST, Septicktank komunal, maupun pavingisasi dan drainase, keterlibatan swadaya masyarakat juga selalu muncul mengiringi alokasi anggaran dari pemerintah. Tak hanya sekedar pavingisasi, warga setempat pun disebut Adin akhirnya memiliki kesadaran untuk memperindah lingkungan, termasuk secara swadaya mewarnai jalan di setiap gang masuk ke perkampungan.
Keberhasilan PLP-BK di Bomerto, dikatakan Adin menjadi modal awal yang baik untuk mewujudkan Kota tanpa kumuh, yang digagas Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU dan Perumahan Rakyat RI. “Seperti pesan dari Ketua DPRD, diperlukan komitmen menjaga kolaborasi demi mewujudkan Kota Tanpa Kumuh, sehingga antara Pemerintah, Swasta dan Masyarakat harus konsekuen dalam mengupayakan relealisirnya berbagai target dan capaian yang menjadi tujuan akhirnya,” tandas Adin. Dalam program Kota Tanpa Kumuh, Dirjen Cipta Karya Kementerian PU dan Perumahan Rakyat dikatakan Adin masih akan berfokus pada upaya mewujudkan lingkungan yang memadai bagi warga masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here