DPRD Terpilih Diharapkan Mampu Membangun Sinergi Antara Eksekutif Dan Legislatif

WONOSOBOZONE – Sebanyak 43 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terpilih periode 2019/2024 dilantik dan diambil sumpah jabatanya. Acara tersebut berlangsung di Gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo, Senin (12/8) kemaren.

Sekrearis Dewan DPRD Wonosobo, Tri Antoro mengatakan, sejumlah anggota yang dilantik tersebut terdapat beberapa anggota Dewan yang belum mengucapkan sumpah janji jabatan. Menurutnya dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut hanya 43 anggota yang diambil sumpah jabatannya dari 45 anggota yang terpilih.

Pada rapat paripurna ini hanya 43 anggota Dewan yang dilantik, dan diambil sumpahnya dikarenakan terdapat dua anggota yang sedang menunaikan ibadah haji,” kata Tri Antoro.

Tri Antoro juga menambahkan, berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan surat keputusan gubernur sudah keluar untuk melaksanakan tugas, namun secara yuridis formal dua anggota yang belum mengucap sumpah jabatan tersebut baru bisa melaksanakan tugasnya sebagai DPRD apabila telah diambil sumpahnya.

Nanti yang megambil sumpah dari dua anggota tersebut yaitu ketua maupun wakil ketua DPRD definitif, ini kan masih pimpinan sementara,” ungkap Tri Antoro.

Ditambahkannya, dalam jangka waktu satu bulan harus ada pimpinan definitif, “Apabila pimpinan definitif telah terbentuk kemudian harus secara seremonial mengucap sumpah janji kepada dua anggota yang menunaikan haji tersebut,”. Imbuhnya.

Agenda terdekat setelah adanya pelantikan DPRD terpilih dikatakan pihaknya akan melakukan konsolidasi kepada pimpinan sementara untuk melaksanakan rapat dewan. Kemudian mempersiapkan fasilitasi pembentukan fraksi. Dijelaskan syarat untuk membuat fraksi sendiri minimal terdiri dari 4 orang, sedangkan untuk yang tidak memenuhi jumlah anggota maka harus bergabung. ” Fraksi gabungan ini maksimal anggotanya dua orang,” jelas Antoro.

Pembahasan tata tertib dan pimpinan definitif dalam juga termasuk dalam agenda terdekat, dikarenakan apabila dalam satu bulan belum ada pimpinan definitif yang terbentuk maka dalam bekerja untuk menyusun alat DPR tidak bisa. ”Karena yang membuat kelengkapan DPR ini adalah pimpinan definitif,” ungkapnya.

BACA JUGA:  BPD Diharapkan Berkiprah Lebih Aktif Lagi

Dalam pelantikan tersebut juga dilakukan penandatanganan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi yang dilakukan oleh semua anggota DPRD yang telah dilantik. Melalui komitmen awal yang didampingi oleh istri maupun suami supaya turut ikut mengontrol dalam pelaksanaannya sehingga terciptanya Wonosobo bebas dari korupsi.

Untuk dua anggota yang belum melakukan penandatanganan ini kedepan pasca pelantikna juga akan kami mintai penandatangan tersebut,” pungkas Tri Antoro.

Sementara itu, Bupati Wonosobo, Eko Purnomo mengungkapkan, masalah pengentasan kemiskinan menjadi agenda terbesar bagi anggota DPRD Wonosobo yang baru. Pasalnya, ada 14 Kabupaten di Jawa Tengah yang masuk zona merah kemiskinan, termasuk Wonosobo.

“Sinergitas antara eksekutif dan legilatif sangat penting dalam menangani pengentasan  kemiskinan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah sendiri tengah menggenjot 10 program unggulan untuk mengatasi masalah ini,” kata Bupati disela-sela sambutanya.

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.