Dispaperkan Wonosobo Sosialisasikan Cara Penyembelihan Hewan Kurban

WONOSOBOZONE – Menjelang hari raya Idhul Adha tahun 1440H, Dinas Pangan Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Wonosobo melakukan sosialisasi penyembelihan hewan yang halal dan thoyyib. Kegiatan untuk bimbingan teknis juru sembelih halal ini, diikuti sekitar 210 orang yang berasal dari takmir masjid dan penyuluh agama non PNS di jajaran KUA Kecamatan.


Kepala Dispaperkan Kabupaten Wonosobo Ir. Abdul Munir, M.Si dalam sambutannya di acara bintek di KUA Mojotengah menuturkan, bimbingan teknis ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait cara-cara penyembelihan hewan kurban yang halal dan ihsan, sesuai syariat Islam ‘’Juga, memperhatikan unsur kesejahteraan hewan (kesrawan),’’ tuturnya.

Munir menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan KUA Kecamatan setempat, kegiatan tersebut dilaksanakan di 6 kecamatan yaitu kecamatan Sapuran, Watumalang, Kepil, Kertek, Mojotengah, dan Kaliwiro.

Hal ini dilakukan agar kegiatan ini bisa berjalan lebih optimal dan nantinya ada tindak lanjut yang positif dari peserta sosialisasi,” terangnya.


Senada dengan Munir, Kabid Dinas Paperkan Drh Sidik Driyono mengatakan, hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Wonosobo bisa berjalan dengan lebih lancar, memperhatikan kehalalan dalam penyembelihan serta unsur kesejahteraan hewan sehingga nantinya dihasilkan produk asal hewan (PAH) yang ASUH (aman, Sehat, Utuh dan Halal).

Dari data yang ada, di Wonosobo pada tahun 2016 ada sekitar 2.057 sapi dan  8.967 kambing dan domba kurban yang disembelih, tahun 2017 sebanyak 1.782 ekor sapi dan 9.112 kambing dan domba kurban dan tahun 2018 sebanyak 1.957 ekor sapi dan 9.720 ekor kambing dan domba kurban dengan nilai lebih dari Rp 161 miliar,” terangnya.


Menurut Sidik, Ada beberapa hal yang menjadi fokus perhatian dalam paparan materi penyembelihan hewan kurban, Antara lain, cara memperlakukan hewan, proses persiapan lokasi dan sarana prasarana (khususnya tempat pemotongan dan pisau yang akan digunakan), “proses penyembelihan, pembungkusan dan pembagiannya kepada masyarakat yang berhak,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Laga Perdana Di Piala Soeratin 2018, BSFA Wonosobo Petik Kemenangan

Sidik mengingatkan dan mewanti wanti agar setelah hewan disembelih harus memastikan bahwa hewan tersebut sudah mati secara sempurna, sebelum dilaksanakan pengulitan atau kegiatan lainnya. hal ini untuk menghindari menyakiti hewan yang disembelih.

Kegiatan bimbingan teknis juru sembelih halal ini dilaksanakan dengan memberikan paparan /teori serta mengedepankan praktek pelaksanaan di lapangan. Sehingga dengan demikian, selain menerima pemaparan materi, para peserta juga melakukan praktik menyembelih kambing/domba dan ayam, praktek tali temali, merobohkan sapi serta pembuatan tempat pemotongannya,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Wonosobo Drs H Toharotun mengatakan, masyarakat perlu memahami dan mengerti tentang tata cara menyembelih hewan yang halal dan thoyib. Agar menghasilkan produk asal hewan yang layak untuk dikonsumsi. proses penyembelihan hewan kurban tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Karena jika sampai juru sembelih melakukan penyembelihan hewan dengan cara yang salah maka daging yang dikonsumsi tidak halal.

Tak hanya itu, proses penyembelihan yang kurang tepat juga dapat menyebabkan daging hewan tersebut tidak higienis. Sehingga, mudah busuk hingga menyebabkan penyakit bagi orang yang mengonsumsinya.


Makanan merupakan suatu kebutuhan hidup bagi setiap manusia. Karena itu, makanan yang dikonsumsi masyarakat harus halal, bersih dan sehat. Makanan yang haram dan tidak sehat jika dikonsumsi akan mempengaruhi keberkahan dan kesehatan tubuh,” katanya.

Tak lupa, Toharun juga mrnjelaskan, Dalam menyembelih hewan menurut Islam, harus didahului menyebut nama Allah (niat), menggunakan pisau yang tajam, tidak diperkenankan menyiksa hewan sebelum disembelih, disunnahkan menghadap kiblat dan penyembelihan dilakukan sekali sayatan tanpa mengangkat pisau dengan memotong 3 saluran yaitu, saluran makanan, saluran nafas serta pembuluh darah (vena dan arteri).


Orang yang menyembelih hewan juga beragama Islam dan sudah aqil baligh, memahami tata cara penyembelihan secara syar’i dan memiliki keahlian dalam penyembelihan. Alat penyembelihan harus tajam, bukan kuku, gigi taring atau tulang,” katanya.

BACA JUGA:  Pengembangan Produk Pangan Berbasis Carica

Hal tersebut juga diungkapkan oleh kasi kesmavet, pengolahan dan pemasaran Dispaperkan yang mengingatkan agar dalam pembungkusan daging di bedakan dengan jeroan. Jangan sampai daging dicampur dengan jeroan dalam satu wadah. “Karena hal ini akan menyebabkan menurunnya kualitas daging tersebut,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut juga mendapat Sambutan yang antusias dari para takmir masjid sebagai peserta sosialisasi. peserta banyak terlibat dalam praktek pelatihan ini mulai praktek mengasah pisau, praktek merobohkan hewan sampai praktek tali temali. Disamping itu banyak yang mengusulkan agar kegiatan serupa bisa dilaksanakan pada tahun tahun mendatang dan menjangkau ke seluruh desa di Kabupaten Wonosobo. (Why/WZ)

Advetorial : Dinas Komunikasi dan Informatika Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.